15 Contoh Makna Referensial dan Non Referensial dalam Kalimat

Contoh Makna Referensial dan Non Referensial dalam Kalimat – Artikel pada kesempatan sebelumnya telah membahas tentang beberapa macam makna  antara lain makna kontekstual dan konseptual,  contoh makna kiascontoh makna asosiasi dan contoh makna afektif. Pembahasan mengenai makna dalam kalimat tentunya masih akan dilanjutkan untuk jenis jenis makna kata yang lain. Nah pada kesempatan kali ini pembahasan akan difokuskan pada contoh makna referensial dan non referensial. Selamat menyimak!

Pengertian Makna Referensial dan Non Referensial

Referensial berarti berkenaan dengan referensi. Sedangkan kata referensi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai sumber acuan atau rujukan. Makna referensi adalah makna yang berkaitan langsung dengan referensi atau acuan yang digunakan. Makna referensi ini mempunyai hubungan dengan arti yang telah disepakati secara bersama, misalnya berdasarkan pengertiannya menurut kamus. Dalam sebuah kalimat, bisa saja mengandung hubungan referensial ataupun hubungan non referensial. Hubungan referensial merupakan hubungan yang terdapat antara sebuah kata dengan dunia luar yang di acu oleh penulis atau pembicara.

Berkaitan dengan referensi atau sumber acuan, terdapat dua macam makna yaitu makna referensial dan makna non referensial. Jika kata dengan makna referensial mempunyai referensi, maka kata bermakna non referensial tidak memiliki referensi. Kata yang termasuk ke dalam kata bermakna referensial adalah kata tugas. Contohnya kata rumah, kuda dan pasar. Sedangkan kata yang termasuk ke dalam kata bermakna non referensial adalah kata sambung (konjungsi) dan preposisi. Contohnya adalah karena, jadi, dan atau.

Kata-kata yang juga memiliki acuan namun tidak menetap pada satu maujud atau dapat berpindah dari satu maujud ke maujud yang lain juga termasuk ke dalam makna non referensial. Kata-kata seperti ini disebut sebagai kata deiktis. Contoh dari kata deiktis adalah dia, kamu, di sana, di sini, di situ, sekarang, besok, ini, itu. Perhatikan pula contoh berikut:

  1. Tadi pagi aku menidurkannya di sini.
  2. “Motor hilang hampir selalu ada setiap bulannya di sini, kata Camat Pandean.
  3. Di sini, di Indonesia, aku akan tumbuh dan bermanfaat bagi orang lain.

Pada ketiga kalimat tersebut, setiap kalimat menggunakan kata “di sini”. Pada kalimat (1), kata “di sini” dimaksudkan untuk menunjuk sebuah tempat tidur. Pada kalimat (2), kata “di sini” menunjuk pada tempat yang lebih luas dibandingkan dengan kalimat (1) yaitu wilayah desa Pandean. Sedangkan pada kalimat (3) menunjukkan wilayah yang lebih luas lagi yaitu wilayah Indonesia. Referen pada ketiga macam kalimat tersebut berbeda-beda walaupun menggunakan kata yang sama. Sehingga ketiga macam contoh tersebut termasuk ke dalam makna non referensial.

Contoh Makna Referensial dan Makna Non Referensial

1. Bupati Tegalsari telah memutuskan akan membangun hunian sementara untuk tempat tinggal para pendatang yang telah mempunyai pekerjaan.

  • Kata “hunian” termasuk ke dalam kata bermakna referensial. Arti dari kata “hunian” adalah tempat tinggal atau kediaman yang dihuni.

2. Di zaman modern ini, hampir semua pekerjaan dapat dipersingkat menggunakan robot berbasis komputer.

  • Kata “komputer” termasuk ke dalam kata bermakna referensial. Arti dari kata “komputer” adalah alat elektronik otomatis yang dapat digunakan untuk menghitung atau mengolah data secara cermat sesuai dengan yang diinstruksikan, kemudian dapat memberikan hasil pengolahan, serta dapat menjalankan sistem multimedia.

3. Tubuh anak itu tidak tahan terhadap serangan virus dan bakteri karena tidak mempunyai antibodi.

  • Kata “antibodi” termasuk ke dalam kata bermakna referensial. Arti dari kata “antibodi” adalah zat yang dibentuk dalam darah dan berfungsi untuk memusnahkan bakteri atau virus.

4. Di sini, di Pulau Jawa, tempat ribuan orang mengadu nasib untuk memperbaiki kehidupannya.

  • Kata “di sini” termasuk ke dalam kata bermakna non referensial. Kata tersebut secara khusus mengarah ke “Pulau jawa”, akan tetapi artinya akan berbeda jika terletak pada kalimat yang berbeda pula.

5. Aku berfoto tepat di depan Monas, di sini aku merasa sangat kecil.

  • Kata “di sini” termasuk ke dalam kata bermakna non referensial. Kata tersebut secara khusus mengarah ke “wilayah sekitar Monas”.
  • Perhatikan bahwa acuan kata “di sini” pada kalimat (5) berbeda dengan acuan yang digunakan pada kalimat (4).

6. “Aku mengambil keputusan menikah untuk menyenangkan hati mereka, kedua orang tuaku”, ucap Santi lirih.

  • Kata “aku” mengacu pada Santi, sedangkan kata “mereka” mengacu pada orang tua Santi.
  • Kata “aku” dan “mereka” termasuk ke dalam kata bermakna non referensial.

7. “Mereka adalah keluargaku dari Kampung Tresno, datang ke sini untuk berwisata ke Monas”, ucap Wiwit.

  • Kata “mereka” mengacu pada keluarga Wiwit, sedangkan kata “ke sini” mengacu pada Jakarta. Hal ini diperoleh dari informasi akan berwisata ke Monas.
  • Kata “mereka” dan “aku” termasuk ke dalam kata bermakna non referensial.
  • Perhatikan bahwa kalimat (5) dan (6) sama-sama menggunakan kata “mereka” tetapi keduanya mempunyai acuan yang berbeda.

8. Pada hari aksi damai digelar, beberapa aktivis justru ditangkap dengan dugaan makar.

  • Kata “makar” termasuk ke dalam kata bermakna referensial. Arti dari kata “makar” adalah perbuatan (usaha) yang dilakukan untuk menjatuhkan pemerintah yang sah.

9. Dosen menasehati semua mahasiswanya, “Tekunlah dalam menuntut ilmu, tapi jangan pernah lupa akan ibadah kalian“.

10. “Pergilah kalian dari sini, jangan mengamen di tempat ini lagi. Aku sangat tidak suka”, ujar Lilis.

  • Kata “kalian” pada kalimat (9) dan (10) berbeda acuan. Oleh karena itu kata “kalian” termasuk ke dalam kata bermakna non referensial.
  • Kata “kalian” pada kalimat (9) mengacu pada para mahasiswa, sedangkan pada kalimat (10) mengacu pada para pengamen.

11. Putri dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans.

  • Kata “ambulans” termasuk ke dalam kata bermakna referensial. Arti dari kata “ambulans” adalah kendaraan yang digunakan untuk untuk mengangkut orang sakit atau korban kecelakaan, dan di dalamnya dilengkapi peralatan medis.

12. Polisi semakin meningkatkan intensitas razia sajam menjelang pemilu.

  • Kata “razia” termasuk ke dalam kata bermakna referensial. Arti dari kata “razia” adalah pemeriksaan serentak.

Sekian pembahasan mengenai contoh makna referensial dan non referensial dalam kalimat. Semoga materi yang dipaparkan pada kesempatan kali ini mudah dipahami dan dapat bermanfaat bagi para pembaca. Terima kasih.

, , , ,
Post Date: Tuesday 11th, April 2017 / 17:49 Oleh :
Kategori : makna kata