7 Contoh Penggunaan Tanda Petik Tunggal dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Salah satu diantara tanda baca yang ada adalah tanda petik tunggal (‘…’). Menurut laman puebi.readthedocs.io, tanda petik tunggal mempunyai sejumlah penggunaan, di mana penggunaan tanda petik tunggal tersebut adalah untuk mengapit kutipan yang ada di dalam suatu kutipan, serta untuk mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan dari suatu kata dan ungkapan.

Untuk memahami seperti apa penggunaan tanda baca ini–terutama dalam suatu kalimat, berikut ditampilkan beberapa contoh penggunaan tanda petik tunggal dalam kalimat yang ditampilkan sebagaimana yang ditampilkan di bawah ini!

  1. Pada saat itu, dia tiba-tiba berujar kepadaku, “hei, kau tadi dengar suara ‘kikikikikik’ tidak?”
    • Pada contoh kalimat di atas, tanda petik tunggal (‘…’) digunakan untuk mengapit kutipan yang ada di dalam suatu kutipan. Adapun kutipan yang dikutip dari dalam kutipan tersebut adalah kikikikikik.
  2. Masalah itu akan diselesaikan di meja hijau ‘pengadilan.’
    • Pada contoh kalimat di atas, tanda petik tunggal (‘…’) digunakan untuk mengapit makna pada suatu ungkapan yang ada pada kalimat di atas. Adapun makna suatu kata yang diapit oleh tanda baca ini adalah pengadilan yang merupakan makna dari ungkapan atau frasa meja hijau.
  3. “Hei, kau ingat tidak bahwa pak ustaz berkata,  ‘setiap ujian yang kita hadapi pasti ada hikmah di dalamnya?”
    • Pada contoh kalimat di atas, tanda petik tunggal (‘…’) digunakan untuk mengapit suatu kutipan yang ada dalam kutipan kalimat di atas. Adapun kutipan yang diapit tersebut adalah setiap ujian yang kita hadapi pasti ada hikmah di dalamnya?
  4. Pejabat itu ditangkap polisi karena kedapatan menerima amplop ‘uang sogokan’ dari pejabat lainnya.
    • Pada contoh kalimat di atas, tanda petik tunggal (‘…’) digunakan untuk mengapit makna pada suatu kata yang ada pada kalimat di atas. Adapun makna yang diapit pada kalimat tersebut adalah uang sogokan yang merupakan makna dari amplop.
  5. “Kemarin dia berkata kepadaku, ‘hei, Nad, kalau nanti kamu bertemu dengan Dani, tolong kamu tagih utangnya kepadaku, ya!’
    • Seperti halnya pada contoh kalimat 1 dan 3, contoh kalimat ini juga menampilkan penggunaan tanda petik tunggal pada suatu kutipan yang terkandung di dalam kutipan lainnya. Adapun kutipan yang diapit oleh tanda baca ini adalah hei, Nad, kalau nanti kamu bertemu Dani, tolong kamu tagih utangnya kepadaku, ya!
  6. Pejabat itu ditangkap karena terbukti melakukan money politic ‘politik uang’.
    • Pada contoh kalimat ini, tanda petik tunggal (‘…’) dipakai untuk mengapit makna yang terkandung dalam suatu istilah asing. Adapun makna istilah asing yang diapit tersebut adalah politik uang yang merupakan makna dari istilah asing money politic.
  7. Kemarin, tulang ‘paman’ Sitor bertandang ke rumah kami sambil membawa oleh-oleh dari luar kota.
    • Pada contoh kalimat di atas, tanda petik tunggal digunakan untuk mengapit makna dari suatu istilah yang berasal dari bahasa daerah. Adapun makna yang diapit tersebut adlaah paman yang merupakan makna dari kata tulang yang berasal dari bahasa Batak.

Demikianlah beberapa contoh penggunaan tanda petik tunggal dalam kalimat bahasa Indonesia. Untuk mengetahui beberapa contoh tanda baca lainnya, pembaca bisa membuka artikel contoh penggunaan tanda hubung dalam kalimat, contoh penggunaan tanda pisah dalam kalimat, contoh penggunaan tanda elipsis dalam kalimat, contoh penggunaan tanda tanya, contoh penggunaan tanda seru, serta contoh penggunaan tanda tanya dan tanda seru. Semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian.

, , , , , ,
Post Date: Wednesday 21st, March 2018 / 09:39 Oleh :
Kategori : Tanda baca