X

Contoh Imbuhan -di dan Penggunaannya

Penulisan dalam bahasa Indonesia sesuai dengan EYD (Ejaan yang Disempurnakan) mempunyai beberapa variasi penulisan yang mengandung aturan atau unsur prasyarat lainnya. Misalnya dalam penulisan bahasa Indonesia untuk kata kerja yang menggunakan imbuhan untuk memberikan makna. Imbuhan merupakan salah satu variabel penulisan yang tidak terlepas dalam pembentukan setiap kalimat.

Imbuhan dalam bahasa Indonesia bisa berfungsi sebagai awalan/prefiks, sisipan, akhiran/sufiks atau konfiks/awalan dan akhiran. Jenis imbuhan yang bisa digunakan juga bervariasi. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang contoh imbuhan -di dan penggunaannya. Imbuhan -di memiliki 3 fungsi yaitu sebagai awalan kata kerja, kata dasar, dan sebagai imbuhan yang disertai imbuhan lainnya.

  1. Awalan -di dalam kata kerja

Imbuhan -di sebagai awalan yang memiliki fungsi sebagai kata kerja pasif. Penulisan -di yaitu digabung dengan kata setelahnya. Contoh :  dimakan, dikejar, dibawa, dibuang, dimasak, diminta, dibayar, dibuka, dan lainnya.

Contoh :

  • Buah pepaya itu dimakan oleh kelelawar.
  • Seekor kucing dikejar anjing dengan terbirit birit.
  • Bingkisan kado itu dibawa Lina dari luar kota.
  • Banyak sampah-sampah rumah tangga dibuang masyarakat ke kali.
  • Sayuran hijau itu dimasak oleh ibu.
  • Dalam cerita dongeng, pangeran kodok dikutuk oleh penyihir jahat.
  • Bendera merah putih dihormati oleh semua warga Indonesia.
  • Ayah diminta pak RT untuk menghadiri acara halal bihalal besok sore.
  • Obat demam itu diminum Ayah yang sedang sakit.
  • Bunga mawar itu disiram bibi setiap hari.
  • Keripik singkong berkah dibuat dengan mesin khusus agar higienis.
  • Buku fantasi itu dibaca oleh Fani.
  • Pembelian tiket elektronik itu sudah dibayar menggunakan kartu kredit
  1. Awalan -di sebagai kata depan

Imbuhan -di sebagai kata depan dapat dibagi menjadi 2, yaitu kata depan yang menunjukkan keterangan tempat dan kata depan yang menunjukkan keterangan waktu. Penulisan -di untuk sebagai kata depan ini, baik yang menyatakan keterangan tempat ataupun keterangan waktu, penulisannya dipisahkan dengan kata setelahnya. Contoh : di rumah , di kantor, di sore hari, di bawah, di samping, di atas, di Bandung, dan lainnya.

  • Awalan -di sebagai kata depan yang menyatakan keterangan tempat. Contoh  :
    • Ayah meninggalkan handphonenya di meja.
    • Ibu membeli tiket kereta di loket kereta api.
    • Adik bersepeda di taman dekat sekolah.
    • Paman menunggu di pintu kedatangan bandara dengan membawa papan nama.
    • Fani ingin duduk di sebelah Ruli.
    • Adik bermain sepak bola di lapangan hijau dekat sekolah.
    • Toni mendapat piala di olimpiade matematika tahun lalu.
    • Sinta membeli baju batik di Yogyakarta.
    • Ia memilih menetap di Bali sejak ia menjadi pemandu wisata.
    • Ketika hujan lebat tadi, kami berteduh di halte bus seberang kantor pos itu.
  • Awalan -di sebagai kata depan yang menyatakan keterangan waktu. Contoh :
    • Pada musim ini, hujan terus turun di sore hari.
    • Lia mendengar bunyi suara jangkrik di malam hari.
    • Kami mendaki gunung bromo untuk melihat matahari terbit di fajar hari.
    • Di saat senja tiba, kami masih terjebak dalam kemacetan.
    • Kami akan mengunjungi Korea di musim semi nanti.
  1. Awalan -di yang digabung dengan imbuhan lainnya

Imbuhan -di dapat juga digabungkan dengan imbuhan lainnya seperti per-i, per-kan, di-kan, dan sebagainya. Awalan -di memiliki fungsi pasif pada kata yang diikutnya. Masing masing kata yang diikuti imbuhan yang berbeda dapat memberikan makna kata yang berbeda pula.

  • Imbuhan diper-kan

Imbuhan diper-kan merupakan bentuk pasif dari imbuhan memper-kan. Imbuhan ini dapat memiliki makna yang berbeda beda tergantung kata dasar yang digunakan. Contoh :

  1. Orang itu senang setelah dipertemukan kembali dengan anaknya yang hilang. (Menyebabkan suatu proses)
  2. Karya seni itu diperlihatkan pada khalayak umum. (Menyuruh atau membuat supaya)
  3. Tina merasa dipermainkan perasaannya oleh sang kekasih.
  4. Kemerdekaan ini diperjuangkan oleh para pahlawan yang gagah berani.
  5. Cinta seseorang yang tulus sepertinya patut untuk dipertahankan.
  6. Perbedaan pendapat saling diperdebatkan di rapat itu.
  7. Perbedaan antar suku bangsa dipersatukan oleh Bhineka Tunggal Eka.
  8. Wanita cantik itu diperebutkan oleh dua lelaki yang mencintainya.
  9. Masuk pendidikan kesehatan dipersyaratkan tinggi badan lebih dari 150 cm.
  10. Hasil penelitian Luna diperbandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya.
  • Imbuhan diper-i

Imbuhan diper-i merupakan bentuk pasif dari imbuhan memper-i. Contoh :

  1. Hari kemerdekaan Republik Indonesia diperingati pada tanggal 17 Agustus.
  2. Mobil Ayah diperbaiki di bengkel langganannya.
  3. Atap genteng yang bocor baru saja diperbaharui.
  4. Para tentara diperlengkapi dengan senjata khusus yang canggih.
  5. Mata kuliah statistik perlu dipelajari dengan tekun.
  • Imbuhan di-kan

Imbuhan di-kan merupakan bentuk pasif dari imbuhan me-kan. Contoh :

  1. Upacara bendera diadakan pada setiap hari senin pagi.
  2. Masalah yang tidak terlalu penting itu diperkarakan cukup jauh oleh salah satu pihak.
  3. Paman ditugaskan untuk menjaga garis pertahanan negara di wilayah Timur.
  4. Pelaku kejahatan itu sudah dipenjarakan.
  5. Masalah ini dihubungkan dengan masalah yang sudah lalu.
  6. Tulisan awas pada tempat tertentu agar orang dihindarkan dari bahaya.
  7. Nama raja kuno itu dituliskan dengan tinta emas.
  8. Presentasi produk ternama dipaparkan dengan sangat memukau.
  9. Malam tahun baru diramaikan dengan suara kembang api.
  10. Harta karun romawi disembunyikan di suatu tempat.

Cara membedakan ketiga jenis imbuhan -di :

  • Imbuhan -di sebagai awalan kata kerja pasif dan awalan yang digabungkan dengan imbuhan lainnya memiliki kesamaan yaitu sama sama membentuk kata kerja pasif. Dengan begitu apabila kalimat bisa dirubah menjadi kalimat aktif, maka kalimat tersebut merupakan tipe awalan yang pertama atau ketiga. Contoh : Tikus di-kejar kucing dapat dirubah menjadi kucing me-ngejar tikus.
  • Imbuhan -di sebagai kata depan tidak bisa diubah menjadi kata kerja aktif karena merupakan kata keterangan tempat atau waktu. Contoh : di sekolah tidak bisa dirubah menjadi me-sekolah.

Penjelasan mengenai imbuhan -di seperti diatas masing masing memiliki makna yang berbeda sesuai dengan kata dasarnya. Jika imbuhan yang digunakan berbeda, maka maknanya pun bisa berubah. Penggunaan imbuhan -di merupakan bentuk pasif dari imbuhan -me. Cara membedakan kalimat pasif atau aktif dapat dilihat dari kata kerjanya yang berimbuhan.

Pada umumnya kalimat pasif dapat diubah menjadi kalimat aktif dengan merubah imbuhan -di menjadi -me.  Cara membedakan imbuhan -di dan kata depan -di adalah dengan membalik kalimat. Apabila kalimat bisa dijadikan kalimat aktif berarti awalan -di tersebut merupakan imbuhan. Namun jika kalimat tidak bisa dijadikan kalimat aktif, kemungkinan awalan -di merupakan kata depan yang menunjukkan keterangan.

Semoga penjelasan terkait contoh imbuhan -di dan penggunaannya diatas mampu memberikan pengetahuan lebih dalam kepada Anda dan membantu Anda dalam membuat kalimat dengan imbuhan -di.

Categories: Imbuhan
Ratna Sumarni S.Pd: