X

Perbedaan Kalimat Majemuk Bertingkat dan Rapatan dalam Bahasa Indonesia

Dua diantara jenis-jenis kalimat majemuk yang ada adalah kalimat majemuk bertingkat dan rapatan. Kalimat majemuk bertingkat adalah alimat majemuk yang terbentuk dari dua klausa atau kalimat yang tidak sederajat. Sementara itu, kalimat majemuk rapatan merupakan kalimat majemuk yang tebentuk oleh dua kalimat yang mempunyai unsur-unsur kalimat yang sama, entah itu subjek, predikat, ataupun unsur-unsur kalimat dalam bahasa Indonesia lainnya.

Kedua kalimat majemuk tersebut mempunyai karakteristik tersendiri yang membuat keduanya berbeda satu sama lain. Adapun berpedaan yang terdapat pada keduanya tersebut adalah sebagai berkut ini!

1. Unsur Pembentuknya

Letak perbedaan yang terdapat pada kalimat majemuk bertingkat dan rapatan yang pertama adalah unsur pembentuk keduanya. Kalimat majemuk bertingkat merupakan kalimat yang terbentuk oleh induk kalimat dan anak kalimat yang kedudukannya tidak sejajar. Induk kalimat merupakan inti sebuah kalimat majemuk, sedangkan anak kalimat merupakan pelengkap dari inti kalimat tersebut.

Di lain pihak, kalimat majemuk rapatan terbentuk oleh dua buah kalimat yang mempunyai kesamaan unsur kalimat, entah itu kesamaan subjek, predikat, objek, bahkan mungkin pelengkap dan keterangan. Untuk memahami kedua unsur pembentuk dalam kedua kalimat di atas, berikut akan ditampilkan beberapa contoh diantaranya.

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat

  • Aku tidak akan menyesal seperti ini jika aku tak mengenal dirinya.
    • Induk kalimat: aku tidak akan menyesal seperti ini, anak kalimat: aku tak mengenal dirinya.
  • Dia masih bisa tersenyum lebar, padahal dirinya tengah tertimpa musibah yang berat.
    • Induk kalimat: dia masih tersenyum lebar, anak kalimat: dirinya tengah tertimpa musibah yang berat.

Contoh Kalimat Majemuk Rapatan

  • Laras adalah anak Pak Handoko. (kalimat tunggal 1)
    Laras adalah anak Bu Kinasih. kalimat tunggal 2)
    Laras adalah anak Pak Handoko dan Bu Kinasih. (kalimat majemuk rapatan yang terbentuk karena adanya kesamaan subjek, yaitu Laras)

2. Penggunaan Konjungsi atau Macam-macam Kata Penghubung di Dalamnya

Letak perbedaan antara kalima majemuk bertinkat dan rapatan yang terakhir adalah penggunaan konjungsi atau kata hubung di dalamnya. Konjungsi atau kata penghubung yang dipakai oleh kalimat majemuk bertingkat tentu saja konjungsi subordinatif yang merupakan konjungsi khusus untuk kalimat majemuk bertingkat. Sementara itu, kalimat majemuk rapatan biasanya menggunakan  beberapa jenis konjungsi koordinatif, seperti dan ataupun sedangkan.

Untuk lebih memahami seperti apa penggunaan konjungsi pada keduanya, berikut ditampilkan beberapa contoh kalimat majemuk bertingkat dan rapatan yang menggunakan konjungsi di dalamnya!

Contoh Penggunaan Konjungsi pada Kalimat Majemuk Bertingkat

  • Aku akan menjenguknya ke rumah sakit jika tugas-tugas kantorku ini sudah aku selesaikan.
    • Konjungsi subordinatif: jika.
  • Dia masih bisa melanjutkan pertandingan walaupun dia harus berjalan terpincang-pincang.
    • Konjungsi subordinatif: walaupun.

Contoh Penggunaan Konjungsi pada Kalimat Majemuk Rapatan

  • Fahrul merupakan anak Pak Sobnjaya. (kalimat tunggal 1)
    Fahrul merupakan anak Bu Siti. (kalimat tunggal 2)
    Fahrul merupakan anak Pak Sonjaya dan Bu Siti. (kalimat majemuk rapatan)
    • Konjungsi subordinatif yang dipakai: dan.

Dari pemaparan di ats, kita bisa simpulkan bahwa perbedaan antara  kalimat majemuk bertingkat dan rapatan terdiri atas dua hal. Adapun kedua letak perbedaan tersebut antara lain unsur pembentuknya, serta konjungsi yang dipakainya.

Demikianlah pembahasan mengenai perbedaan kalimat majemuk bertingkat dan rapatan dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kalimat majemuk, maupun materi pembelajaran bahasa Indonesia. Sekian dan terima kasih.

Categories: kalimat majemuk
Ratna Sumarni S.Pd: