X

4 Cara Membuat Memoar yang Baik dalam Bahasa Indonesia

Sebelumnya, kita telah mengetahui apa itu memoar serta seperti apa contohnya di artikel pengertian dan contoh memoar. Dari artikel tersebut, dapat kita ketahui bahwa memoar merupakan kaangan yang berisi peristiwa atau pengalaman hidup yang membekas dalam benak si penulis. Pengalaman yang membekas tersebut tentu sjaa harus ditulis langsung oleh penukis yang bersangkutan.

Untuk membuat suatu memoar yang baik, maka diperlukan beberapa cara yang baik dalam proses penulisannya. Cara-cara tersebut akan dibahas khusus pada artikel kali ini, di mana pembahasan yang dimaksud bisa disimak di bawah ini!

1. Pilih Peristiwa yang Paling Membekas di Dalam Diri

Setiap manusia pasti pernah mengalami beberapa peristiwa yang membekas di kehidupannya. Dari sekian banyak peristiwa tersebut, pasti ada satu pengalaman yang sangat mebekas dan memberi kesan mendalam bagi diri sendiri. Pengalaman tersebut bisa dituangkan  ke dalam sebuah memoar. Semakin berkesan pengalaman yang dimiliki, maka akan semakin menarik pulalh pengalaman itu ditulis dalam bentuk memoar.

2. Ingat Kembali Setiap Detail dari Peristiwa yang Membekas Tersebut

Setelah peristiwa telah ditentukan, maka langkah selanjutnya yang mesti dilakukan adalah mengingat setiap detail dari peristiwa tersebut. Hal ini dilakukan agar kita bisa mendapat poin-poin yang nanti akan kita sampaikan di memoar yang hendak kita buat. Supaya lebih mampu mengingat setiap detail peristiwa tersebut, maka disarankan untuk mendekatkan diri pada hal-hal yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, seperti tempat peristiwa itu terjadi, foto atau video yang mengabadikan peristiwa tersebut, atau buku harian kita yang berisi catatan dari peristiwa tersebut. Semakin mengetahui tiap detail peristiwa, maka akan semakin banyak poin yang bisa kita sampaikan dari memoar yang kita buat. Dengan begitu, kita tidak akan mudah kebingungan di tengah proses penulisan memoar.

3. Tulislah Secara Mengalir

Setelah peristiwa serta detail-detailnya kita dapati, maka tulislah semua itu di secarik kertas atau di laptop. Tuliskan semuanya secara mengalir tanpa takut salah ketik atau ada poin yang terlewat dari tulisan kita. Menulis memoar secara mengalir akan membantu kita agar lebih lepas saat menulis memoar.

4. Menyunting dan Memoles Tulisan

Setelah selesai menuliskan apa yang hendak kita sampaikan dalam memoar, maka kita harus menyunting hasil tulisan tersebut. Langkah ini patut diambil agar tulisan kita lebih bagus rapi dan menarik. Selain menyunting, memoles tulisan memoar juga pentig dilakukan. Salah satu contoh memoles tulisan adalah dengan adanya penggunaan berbagai majas, dan gaya tulisan naratif ke dalam memoar kita. Penggunaan majas dan gaya tulisan naratif akan mempercantik memoar sekaligus membuat pembaca menjadi betah membaca memoar kita.

Demikianlah beberapa cara yang bisa dipakai dalam menulis sebuah memoar. Semoga cara-cara yang dijelaskan di atas bermanfaat dan mampu menambah wawasan baru bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai penulisa memoar maupun mengenai materi pembelajaran bahasa Indonesia. Mohon dimaafkan pula jika terdapat kekeliruan yang terkandung di dalam artikel kali ini.

Jika pembaca ingin menambah referensi soal memoar dan karangan, maka pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut, yaitu: perbedaan autobiografi dan memoar, perbedaan biografi dan autobiografi dalam bahasa Indonesia, contoh biografi singkat, contoh biografi orang sukses, contoh biografi pahlawan, serta artikel contoh autobiografi singkat tentang diri sendiri.

Sekian dan terima kasih.

Categories: Karangan
Ratna Sumarni S.Pd: