X

Jenis-Jenis Klausa Berdasarkan Strukturnya dalam Bahasa Indonesia

Klausa dalam bahasa Indonesia merupakan salah satu diantara unsur gramatikal, selain morfem, fonem, jenis-jenis kata, frasa dalam bahasa Indonesia, dan jenis-jenis kalimat. Adapun pengertian dari klausa sendiri adalah suatu penggabungan dua kata atau lebih yang memiliki predikat, serta berpotensi menjadi suatu kalimat. Seperti halnya frasa, klausa juga bisa menjadi salah satu diantara unsur-unsur kalimat dalam bahasa Indonesia, entah itu menadi subjek, predikat, maupun unsur kalimat lainnya.

Berdasarkan strukturnya, klausa terbagi menjadi beberapa jenis. Adapun jenis-jenis klausa berdasarkan strukturnya tersebut antara lain adalah sebagai berikut!

1. Klausa Bebas

Klausa ini merupakan sebuah klausa yang terdiri atas subjek dan predikat. Karena mempunyai dua unsur kalimat tersebut, maka klausa ini bisa dijadikan sebagai suatu kalimat utuh. Klausa ini juga sering disebut sebagai klausa utama atau induk kalimat. Adapun ciri utama klausa ini adalah tidak adanya penggunaan macam-macam kata penghubung atau konjungsi di dalamnya.

Supaya lebih paham, berikut ditampilkan beberapa contoh dari klausa bebas!

  • Ibu memasak.
  • Ayah memancing.
  • Kucing mengeong.
  • Adik belajar.
  • Kakak bekerja.
  • Petani mencangkul.
  • Lisa menabung.
  • Anjing menggonggong.
  • Alina menangis.
  • Ali bermain.
  • Ani tersenyum.
  • Nenek merenung.

  • Karina menari.
  • Ibu berbelanja.
  • Adik bersepeda.
  • Anita bersenandung.
  • Kami kehujanan.
  • Pak Kiayi berceramah.
  • Kucing berlari.
  • Burung Beo berceloteh.
  • Ayam jantan berkokok.
  • Pak Gatot bersiul.
  • Dua mobil bertabrakan.
  • Kami tertawa.

2. Klausa Terikat

Berbeda dengan klausa bebas, klausa ini hanya terdiri atas subjek saja atau predikat saja, sehingga tidak dapat berdiri sendiri dan tidak dapat menjadi sebuah kalimat. Klausa yang bernama lain anak kalimat atau klausa turunan ini hanya bisa menjadi salah satu unsur di dalam suatu kalimat dan penulisannya harus dilengkapi dengan adanya penggunaan jenis-jenis konjungsi di dalamnya. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada contoh klausa terikat pada kalimat-kalimat di bawah ini!

  1. Ibu membeli sayur-sayuran dari tukang sayur langgannanya. (klausa terikat: tukang sayur langganannya, konjungsi: dari)
  2. Pak Sayuti telah menetap di Jakarta sejak tahun 1989. (klausa terikat: tahun 1989, konjungsi: sejak)
  3. Dia dibawa ke rumah sakit akibat kecelakaan lalulintas. (klausa terikat: kecelakaan lalulintas, konjungsi: akibat)
  4. Dia ditangkap polisi karena kedapatan mencuri sepeda motor tetangga. (klausa terikat: kedapatan mencuri sepeda motor tetangga, konjungsi: karena)
  5. Andini terus termenung sejak kematian Ibunya. (klausa terikat: kematian Ibunya, konjungsi: sejak)
  6. Aku masih bekerja ketika karyawan lain pulang. (klausa terikat: karyawan lain pulang, konjungsi: ketika)
  7. Dia ditahan selama 15 tahun hukuman penjara. (klausa terikat: 15 tahun hukuman penjara, konjungsi: selama)
  8. Ayah pulang ke rumah sebelum pukul 7 malam. (klausa terikat: pukul 7 malam, konjungsi: sebelum)
  9. Kami bekerja kembali setelah selesai makan siang. (klausa terikat: selesai makan siang, konjungsi: setelah)
  10. Andi memilih hidup sederhana meskipun mempunyai gaji yang cukup besar. (konjungsi terikat: meskipun mempunyai gaji yang cukup besar, konjungsi: meskipun)

Dari pemaparan di atas, bisa disimpulkan bahwa jenis-jenis klausa berdasarkan strukturnya terdiri atas dua jenis, yaitu klausa bebas dan klausa terikat. Klausa bebas adalah klausa yang srtukturnya terdiri atas subjek dan predikat dan bisa dijadikan sebuah kalimat utuh. Sementara itu, klausa terikat adalah klausa yang strukturnya hanya terdiri atas subjek atau predikat saja, dan tidak bisa dijadukan sebuah kalimat utuh.

Demikanlah pembahasan pada artikel kali ini. semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian.

Categories: klausa
Ratna Sumarni S.Pd: