X

Konjungsi Intrakalimat dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia

Tema seputar konjungsi telah dibahas sebelumnya. Adapun beberapa artikel yang membahas soal konjungsi antara lain konjungsi korelatif, konjungsi antarkalimat, buatlah contoh konjungsi antarkalimat, kalimat konjungsi subordinatif dan contohnya, sebutkan macam-macam konjungsi subordinatif, dan berikan contoh kalimat konjungsi perbandingan. Artikel kali ini pun juga akan membahas konjungsi, di mana konjungsi yang dibahas kali ini adalah konjungsi intrakalimat yang merupakan salah satu diantara jenis-jenis konjungsi. Pengertian dari konjungsi intrakalimat sendiri adalah sebuah konjungsi yang menghubungkan dua unsur dalam kalimat. Biasanya, yang dihubungkan oleh konjungsi ini adalah klausa dalam bahasa Indonesia. Konjungsi ini terbagi lagi ke dalam dua jenis, yaitu konjungsi koordinatif dan konjungsi suboordinatif. Kedua  jenis konjungsi intrakalimat itu akan dibahas di bawah ini.

1. Konjungsi Koordinatif

Merupakan jenis konjungsi intrakalimat yang menghubungkan dua klausa yang mempunyai makna yang sama. Kata-kata yang termasuk ke dalam konjungsi ini yaitu padahal, lalu, kemudian, sedangkan, melainkan, atau, dan, serta tetapi.

Contoh:

  • Dia masih ragu akan kemampuan berbicaranya, padahal dia mempunyai bakat sebagai seorang pembicara.
  • Ibu pergi ke pasar setelah salat subuh lalu memasak sarapan untuk aku dan adik.
  • Ibu memasak sarapan, kemudian mengantar adik berangkat ke sekolah.
  • Adi diam bukan karena ada masalah, melainkan karena Adi memang seorang pendiam.
  • Rahmi masih bingung apakah dirinya akan melanjutkan ke SMA atau ke SMK.
  • Nikki menyukai musik pop dan musik jazz.
  • Aku memang suka makan ikan, tetapi aku tidak suka akan durinya.
  • Dia masih saja tidak mau mengakui kesalahannya, padahal sedari tadi dia terus dipaksa untuk mengakui kesalahannya.

2. Konjungsi Subordinatif

Kebalikan dari konjungsi sebelumnya, konjungsi subordinatif merupakan konjungsi intrakalimat yang menggabungkan dua klausa yang berlainan makna. Kata-kata yang termasuk konjungsi ini antara lain bahwa, sampai-sampai, sebab, seolah-olah, walaupun, agar, seandainya, jika, dan ketika.

Contoh:

  • Pihak panitia menyatakan bahwa pertandingan antara kedua tim ditunda sementara waktu, karena lapangan telah tergenang oleh air hujan.
  • Korban kecelakaan itu terluka parah sampai-sampai harus dibawa ke rumah sakit.
  • Ramli mengalami cedera saat bermain bola, sebab dia tidak melakukan pemanasan sebelumnya.
  • Para pemain berlatih bersungguh-sungguh seolah-olah mereka tengah dalam pertandingan yang sesungguhnya.
  • Kami tetap berbangga hati walaupun kami tidak menjadi juara turnamen antar sekolah.
  • Sebelum kegiatan dimulai, marilah kita berdoa agar kegiatan yang kita lakukan dapat berjalan dengan lancar.
  • Aku bisa kuliah di Perguruan Tinggi Negeri jika seandainya aku lulus SBMPTN.
  • Lingkungan pemukiman ini akan bersih jika masyarakatnya sadar akan kebersihan lingkungan.
  • Kakekku bekerja sebagai nahkoda ketika dia masih berusia muda.
  • Dia tersenyum dengan tegar seolah-olah dia tidak mengalami masalah yang berat dalam hidupnya.
  • Anak-anak itu makan dengan lahap walaupun lauk yang disajikan adalah lauk yang ala kadarnya.

Dari pemaparan di atas, bisa disimpulkan bahwa konjungsi intrakalimat adalah konjungsi yang menggabungkan dua unsur, khususnya unsur klausa. Konjungsi intrakalimat sendiri terbagi atas konjungsi koordinat dan subordinat. Konjungsi koordinasi adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang saling memiliki hubungan makna. Sementara itu, konjungsi subordinatif adalah konjungsi intrakalimat yang menghubungkan dua klausa yang bertentangan atau berbeda makna.

Demikianlah pembahasan tentang konjungsi inrakalimat beserta contohnya. Semoga bermanfaat untuk pembaca sekalian, baik di ranah konjungsi khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih.

Ratna Sumarni S.Pd: