X

Anekdot Singkat beserta Strukturnya dalam Bahasa Indonesia

Anekdot Singkat beserta Strukturnya dalam Bahasa Indonesia – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan. Biasanya, anekdot membahas orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya. Selain menghibur, anekdot juga memiliki tujuan lain, yaitu sebagai sarana kritik sosial terhadap peristiwa di sekitar secara halus sehingga tidak menimbulkan provokasi dari pihak lain. Anekdot mempunyai ssejumlah ciri, yaitu:

  • Berkisah tentang hal-hal yang bersifat humor atau lelucon.
  • Secara umum menceritakan tentang manusia atau hewan.
  • Disajikan dengan struktur yang hampir mirip dengan dongeng.
  • Topik yang disajikan adalah topik yang tengah atau telah terjadi di kehidupan nyata masyarakat.
  • Biasanya menggunakan tokoh penting atau terkenal untuk menarik perhatian pembaca.
  • Bertujuan untuk mengkritisi suatu peristiwa, tokoh, ataupun kejadian. Selain itu, anekdot juga sering digunakan untuk mengkritisi permasalahan-permasalahan sosial, politik, budaya, pertahanan, dan ketahanan negara.

Baca: pantun berkait dan contohnya dalam bahasa Indonesiacontoh pantun talibuncontoh pantun karminajenis-jenis novelcontoh karangan persuasi tentang pendidikancontoh karangan narasi tentang pendidikan

Pada ciri di atas, disebutkan bahwa anekdot mempunyai struktur yang hampir mirip dengan dongeng. Hal ini dikarenakan anekdot mempunyai struktur khas layaknya sebuah cerita dongeng. Adapun struktur yang dipunyai anekdot adalah sebagai berikut:

  1. Abstraksi, bagian awal pada anekdot yang berisi gambaran umum dari anekdot yang hendak disampaikan.
  2. Orientasi, adalah pengantar bagi sebuah teks anekdot yang berisi latar belakang atau awal mula dari isi cerita anekdot yang hendak disampaikan.
  3. Event, bagian yang merangkum rangkaian peristiwa atau kejadian yang terjadi di dalam teks anekdot.
  4. Krisis, berisi permasalahan utama yang hendak dimunculkan dalam teks anekdot.
  5. Reaksi, berisi langkah-langkah penyelesaian dari masalah yang timbul di bagian Kritis.
  6. Koda, merupakan bagian akhir anekdot yang berisi kesimpulan dari anekdot yang disajikan.

Untuk lebih memahami lagi anekdot, berikut disajikan contoh teks anekdot singkat beserta dengan strukturnya.

Kocok Dulu Sebelum Diminum

Suatu hari, seorang anak meminum obat sirup untuk mengobati penyakitnya. Setelah diminum, sang anak pun teringat sesuatu. Ia pun melompat-lompat di atas kasurnya hingga bergemuruh dan terdengar oleh Ibunya yang ada di luar kamar. Sang Ibu pun masuk ke kamar sang anak seraya bertanya, “nak, apa yang sedang kamu lakukan?” Sang anak pun menjawab,”ini Bu, tadi adik minum obat tapi, obatnya lupa dikocok terlebih dulu, jadi adik lompat-lompat di atas kasur biar obatnya terkocok.”

Struktur anekdot:

  • Abstraksi: Suatu hari, seorang anak meminum obat sirup untuk mengobati penyakitnya.
  • Orientasi: setelah itu, sang anak pun teringat sesuatu.
  • Krisis: Ia pun melompat-lompat di atas kasurnya hingga bergemuruh dan terdengar oleh Ibunya yang ada di luar kamar.
  • Reaksi: Sang Ibu pun masuk ke kamar sang anak seraya bertanya, “nak, apa yang sedang kamu lakukan?”
  • Koda: Sang anak pun menjawab, “ini Bu, tadi adik minum obat, tapi obatnya lupa dikocok terlebih dulu, jadi adik lompat-lompat di atas kasur biar obatnya terkocok.”

Dari pemaparan dan contoh di atas, bisa disimpulkan bahwa anekdot merupakan sebuah teks cerita singkat yang lucu ataupun menarik dan mempunyai tujuan dan struktur tertentu. Selain menghibur, anekdot juga bertujuan untuk mengkritisi fenomena sosial yang ada di sekitar kita. Adapun struktur anekdot sendiri terdiri atas abstraksi, orientasi, event, krisis, reaksi, dan kota.

Baca: contoh karangan eksposisi tentang narkobacontoh karangan bebascontoh karangan argumentasi tentang lingkunganjenis-jenis puisi kontemporerjenis-jenis puisi barujenis-jenis puisi lamacontoh majas inversicontoh majas elipsiscontoh majas interupsi

Demikianlah pembahasan mengenai anekdot singkat beserta strukturnya dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan pembaca sekalian dalam ranah bahasa Indonesia. Terima kasih.

Categories: Anekdot
Ratna Sumarni S.Pd: