X

Fungsi Imbuhan Ke-an dan Contohnya dalam Kalimat

Fungsi Imbuhan Ke-an dan Contohnya dalam Kalimat – Salah satu jenis jenis imbuhan adalah imbuhan ke-an. Imbuhan ini termasuk ke dalam macam-macam imbuhan konfiks, yaitu imbuhan yang ada di awal dan di akhir sebuah kata dasar. Secara umum, fungsi dari ke-an adalah untuk membentuk kata benda (nomina) abstrak dan konkret, kata kerja (verba) intransitif, serta kata sifat/keadaan (adjektiva). Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan dijelaskan masing-masing fungsi tersebut disertai contoh kalimatnya.

Baca : jenis jenis imbuhan serapan – makna imbuhan pe-n – arti imbuhan ber dan contohnya dalam kalimat – makna imbuhan ter dan contohnya dalam kalimat – makna imbuhan ber dan contoh kalimatnya – makna imbuhan meng dan contohnya dalam kalimat – makna imbuhan se dan contohnya dalam kalimat

1. Membentuk Kata Benda Abstrak dan Konkret

Kata benda abstrak adalah kata benda yang tidak bisa dilihat oleh mata. Misalnya: seni, ilmu, kaya dan sebagainya. Sebaliknya, kata benda konkret adalah kata benda yang bisa dilihat oleh mata. Misal: camat, lurah, masyarakat, dan yang lainnya. Kedua jenis kata benda ini bisa dibentuk menggunakan imbuhan ke-an. Contohnya bisa kita lihat pada kalimat-kalimat berikut:

  • Membentuk kata abstrak. Contoh:
    • Kesenian tradisional Betawi kian terpinggirkan.
    • Keilmuan yang dimilikinya malah digunakan untuk kejahatan.
    • Separuh kekayaan miliknya dia sumbang ke panti asuhan.
    • Keuntungan yang dia peroleh dari bisnis pulsanya lumayan tinggi.
    • Keyakinan di dalam hatinya kian teguh.
    • Kebaikan yang kau lakukan ini akan selalu kuingat.
    • Keindahan kampungku selalu teringat saat aku di kota.
  • Membentuk kata konkret. Contoh:
    • Kecamatan itu dihuni sekitar 500 kepala keluarga.
    • Kelurahan itu kini dipimpin Pak Mulyadi.
    • Lembaga kemasyarakatan di ujung jalan itu khusus untuk menampung pelaku tidak korupsi.
    • Kita mesti memupuk rasa kemanusiaan kita.
    • Kepalanya mengalami kebotakan.
    • Masa itu adalah masa keemasan.
    • Pak Sanusi bekerja di Badan kepegawaian Daerah Yogyakarta.
    • Lani berkuliah di juruan keperawatan.
    • Kaki Andi kesemutan.
    • Ibunya merupakan lulusan fakustas kedokteran.

2. Membentuk Kata Kerja (Verba) Intransitif

Kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak memiliki objek. Kata kerja ini bisa dibentuk dengan imbuhan ke-an. Beberapa contohnya bisa dilihat sebagai berikut:

  • Amin basah kuyup karena kehujanan.
  • Dari gerak tubuhnya, Banu sepertinya ketakutan.
  • Kucing itu mengeong karena kelaparan.
  • Wahyu terkulai lemas karena kelelahan.
  • Cita-cita Marni pun akhirnya kesampaian.
  • Rumahnya berantakan karena habis kemalingan.
  • Saat pelajaran matematika, Tika ketiduran di kelas.
  • Rumah Pak RT kebanjiran.
  • Mobil itu mengalami kerusakan.
  • Motor itu megalami kecelakaan.

3. Membentuk Kata Sifat (Adjektiva)

Kata sifat digunakan untuk menyatakan suatu keadaan, sifat, watak dari makhluk hidup dan benda. Misalnya: nyaman, dekat, rapi, dan sebagainya. Salah satu jenis-jenis kata ini dapat dibentuk oleh imbuhan ke-an. Agar lebih paham, perhatikan contoh-contoh di bawah ini!

  • Kenyamanan konsumen sangat diperhatikan bengkel tersebut.
  • Kedekatan diantara keduanya sudah terjalin sejak lama.
  • Kerapian dalam berseragam menjadi salah satu aspek yang dinilai oleh direktur perusahaan ini.
  • Nilai kejujuran sangat dijunjung tinggi oleh guru kami.
  • Kebanyakan karyawan puas dengan kinerja manajer kita.
  • Nasi goreng ini  keasinan.
  • Ami telah menjadi kebanggan keluarga.
  • Rumahnya berwarna hijau keputihan.
  • Banyak yang keberatan atas pengunduran dirinya dari perusahaan.
  • Kebahagiaan ini akan selalu kukenang.

Demikianlah fungsi imbuhan ke-an serta contohnya dalam kalimat. Semoga memberi manfaat untuk pembaca sekalian.

Categories: Imbuhan
Ratna Sumarni S.Pd: