X

20 Jenis-Jenis Konjungsi Antar Klausa dalam Bahasa Indonesia

Menurut laman kbbi.web.id, konjungsi atau tanda hubung diartikan sebagai kata atau ungkapan yang menghubungkan dua jenis-jenis kata, dua frasa dalam bahasa Indonesia, dua klausa dalam bahasa Indonesia, dua jenis-jenis kalimat, dan juga dua jenis-jenis paragraf. Konjungsi sendiri mempunyai sejumlah jenis, entah itu jenis konjungsi yang menghubungkan dua klausa, kalimat, ataupun paragraf. Khusus untuk artikel ini, kita akan mengetahui beberapa jenis konjungsi yang menghubungkan dua macam klausa. Adapun jenis-jenis konjungsi antar klausa tersebut adalah sebagai berikut!

1. Konjungsi Koordinatif

Menurut laman id.wikipedia.org, konjungsi koordinatif merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang mempunyai kedudukan setara. Konjungsi ini sendiri terbagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Konjungsi Koordinatif Penambahan: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang saling menambahkan satu sama lain. Kata yang termasuk konjungsi ini adalah kata dan.
  2. Konjungsi Koordinatif Pendampingan: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klusa yang saling mendampingi satu sama lain. Kata yang termasuk konjungsi ini adalah kata serta.
  3. Konjungsi Koordinatif Perlawanan: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang saling berlawanan. Adapun kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah tetapi dan melainkan.
  4. Konjungsi Koordinatif Pertentangan: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang saling bertentangan. Adapun kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah padahal dan sedangkan.

2. Konjungsi Subordinatif

Konjungsi subordinatif merupakan konjungsi yang menyatukan dua klausa yang mempunyai kedudukan yang tidak setara. Menurut laman id.wikipedia.org, konjungsi ini terdiri atas 13 konjungsi, di mana 13 jenis tersebut adalah:

  1. Konjungsi Subordinatif Atributif: merupakan konjungsi yang menghubungkan klausa utama dengan klausa penjelas. Kata yang termasuk konjungsi ini adalah kata yang.
  2. Konjungsi Subordinatif Tujuan: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa tidak sederajat yang mempunyai hubungan tujuan. Kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah agar, supaya, dan biar.
  3. Konjungsi Subordinatif Syarat: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang tidak sederajat dan mempunyai hubungan syarat diantara keduanya. Kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, dan manakala.
  4. Konjungsi Subordinatif Waktu: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang tidak sederajat dan mempunyai hubungan waktu diantara keduanya. Kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah: sejak, semenjak, sedari, sewaktu, tatkala, ketika, begitu, sementara, seraya, selagi, selama, serta, sambil, demi, sebelum, setelah, sesudah, sehabis, selesai, sampai, dan hingga.
  5. Konjungsi Subordinatif Pengandaian: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang tidak sederajat dan mempunyai hubungan pengandaian. Kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah: seandainya, andaikan, umpamanya, dan sekiranya.
  6. Konjungsi Subordinatif Konsesif: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang tidak sederajat dan mempunyai hubungan saling menentang. Kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah biar(pun), walau(pun), sekalipun, sungguhpun, dan kendatipun.
  7. Konjungsi Subordinatif Pembandingan: adalah konjungsi penghubung dua klausa tak sederajat dan salah satu klausanya merupakan pembanding bagi klausa lainnya. Kata-kata yang termasuk klausa ini adalah seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, daripada, dan alih-alih.
  8. Konjungsi Subordinatif Sebab: merupakan konjungsi penghubung dua klausa tak sederajat yang dimana salah satu klausanya merupakan sebab bagi klausa lainnya. Kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah sebab, karena, oleh sebab, dan oleh karena.
  9. Konjungsi Subordinatif Hasil: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang salah satu klausanya merupakan hasil atau akibat dari klausa lainnya. Kata-kata yang termasuk klausa ini adalah sehingga, sampai (-sampai), dan maka(nya).
  10. Konjungsi Subordinatif Alat: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa tak sederajat yang salah satunya berisi keterangan alat untuk klausa lainnya. Kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah dengan (menggunakan), dan tanpa (menggunakan).
  11. Konjungsi Subordinatif Cara: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa tak sederajat yang salah satunya berisi keterangan cara untuk klausa lainnya. Kata-kata yang termasuk klausa ini adalah dengan dan tanpa.
  12. Konjungsi Subordinatif Komplementasi: merupakan konjungsi yang menghubungkan klausa utama dengan klausa pelengkapnya. Kata yang termasuk klausa ini adalah kata bahwa.
  13. Konjungsi Subordinatif Perbandingan: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang tidak sederajat, di mana salah satu klausanya merupakan perbandingan bagi klausa lainnya. Adapun kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah sama… dengan, serta lebih… dari(pada).

3. Konjungsi Korelatif

Merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang sederajat, di mana konjungsi ini merupakan atau terdiri atas gabungan dua kata. Dalam artikel konjungsi korelatif, kata-kata yang termasuk ke dalam konjungsi ini adalah:

  • Baik… maupun.
  • Jangankan… pun.
  • Bukan hanya… melainkan.
  • Entah… entah.
  • Sedemikian rupa… sehingga.
  • Tidak hanya… tetapi (juga).

Demikianlah pembahasan mengenai jenis-jenis konjungsi antar klausa. Semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian. Terima kasih.

Ratna Sumarni S.Pd: