X

5 Fungsi Imbuhan dalam Bahasa Indonesia

Fungsi Imbuhan dalam Bahasa Indonesia – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, imbuhan diartikan sebagai bubuhan yang berupa awalan, sisipan, akhiran atau pun awalan dan akhiran yang dilekatkan pada sebuah kata dasar. Imbuhan tersebut akan membentuk kata dasar menjadi  sebuah kata yang baru. Nama lain dari imbuhan adalah afiks. Sebuah kata dasar yang telah diberi imbuhan akan menjadi kata berimbuhan atau kata turunan.

Imbuhan atau afiks mempunyai empat jenis, yaitu:

  • Awalan atau prefiks, merupakan imbuhan yang diberikan di depan sebuah kata dasar.
  • Sisipan atau infiks, merupakan imbuhan yang diberikan di tengah sebuah kata dasar.
  • Akhiran atau sufiks ,adalah imbuhan yang diberikan di akhir kata dasar.
  • Konfiks atau simulfiks, merupakan imbuhan yang diberikan di awal dan di akhir sebuah kata dasar.

Selain keempatnya, ada 3 jenis imbuhan yang merupakan hasil serapan dari bahasa asing, yaitu:

  • Imbuhan serapan bahasa Arab. Imbuhan ini berfungsi sebagai pembentuk atau penanda sebuah kata sifat. Imbuhan -ah dan -i adalah dua imbuhan serapan dari bahasa Arab.
  • Imbuhan serapan Sansekerta. Imbuhan ini berfungsi sebagai pembentuk kata benda. Imbuhan -man, -wan, dan -wati adalah tiga imbuhan serapan dari bahasa Sansekerta.
  • Imbuhan serapan bahasa Inggris. -is, -if, ial adalah tiga imbuhan yang merupakan imbuhan serapan dari bahasa Inggris. Seperti halnya serapan bahasa Arab, imbuhan serapan bahasa Inggris juga berfungsi sebagai pembentuk kata sifat.

Baca :  jenis-jenis imbuhan serapan – makna imbuhan pe-n – makna imbuhan ke-an dan contohnya dalam kalimat – makna imbuhan ter dan contohnya dalam kalimat – contoh kalimat yang menggunakan imbuhan per an – contoh kalimat imbuhan se yang bermakna bersama-sama

Secara umum, ada 5 fungsi imbuhan dalam Bahasa Indonesia, yaitu:

1. Membentuk Kata Benda

Fungsi imbuhan yang pertama adalah membentuk kata benda (nomina). Sebuah contoh kata dasar bisa menjadi jenis-jenis kata benda bila dibubuhi beberapa jenis-jenis imbuhan seperti pen-, pe-, per-, ke-, -wan, -sasi, -isme, -tas, pe-an, pen-an, per-an, dan ke-an.

Contoh:

  • Penyamar
  • Pelukis
  • Perdata
  • Pirsawan
  • Urbanisasi
  • Nasionalisme
  • Perkebunan
  • Penyatuan
  • Pedesaan
  • Keuangan
  • Kelurahan
  • Penamaan
  • Penyamaran
  • Perhutanan
  • Idealisme
  • Organisasi
  • Budayawan
  • Perkata
  • Pesulap
  • Penyair

2. Membentuk Kata Kerja

Jenis-jenis kata kerja atau verba bisa dibentuk bila kata dasar dibubuhi macam-macam imbuhan seperti fungsi imbuhan me, makna imbuhan ber dan contoh kalimatnya, contoh imbuhan di, per-, ter-, -kan, ter-kan, di-i.

Contoh:

  • Menari
  • Berlari
  • Dipaksa
  • Perdaya
  • Tergambar
  • Serahkan
  • Terabaikan
  • Dilucuti
  • Memukul
  • Dibumbui
  • Disakiti
  • Mencangkul
  • Dimakanai
  • Terpinggirkan
  • Gambarkan
  • Teriris
  • Diminum
  • Diracun
  • Bergerak
  • Menanam

3. Membentuk Kata Sifat

Jika sebuah kata dasar dibubuhi imbuhan -i, -wi, -iah, dan -is, maka kata dasar tersebut akan terbentuk menjadi jenis-jenis kata sifat atau adjektiva.

Contoh:

  • Insani
  • Duniawi
  • Alamiah
  • Idealis
  • Nasionalis
  • Ilmiah
  • Manusiawi
  • Islami
  • Surgawi
  • Wujudiah
  • Hewani
  • Aktivis
  • Objektivis
  • Subjektivis
  • Matematis
  • Agamis
  • Sosialis
  • Fatalis
  • Ilahiah
  • Lahiriah

4. Membentuk Kata Bilangan

Bila imbuhan se- dan ke- dibubuhkan ke kata dasar, maka kata dasar tersebut akan berubah menjadi jenis-jenis kata bilangan atau numeralia.

Contoh:

  • Seratus
  • Seribu
  • Sebelas
  • Segenggam
  • Sepucuk
  • Ketiga
  • Keempat
  • Kelima
  • Keenam
  • Ketujuh
  • Setangkai
  • Sejumput
  • Sekelas
  • Serumah
  • Sehimpun
  • Kesekian
  • Keberapa
  • Kesebelas
  • Kesatu
  • Kedua belas

5. Membentuk Kata keterangan

Bila imbuhan se-nya, -nya, dan -an dibubuhkan pada kata dasar, maka kata dasar tersebut akan jadi jenis-jenis kata keterangan atau adverbia.

Contoh:

  • Selamanya
  • Semaunya
  • Sebisanya
  • Lamanya
  • Gunanya
  • Fungsinya
  • Belasan
  • Puluhan
  • Mati-matian
  • Sahut-sahutan
  • Kejar-kejaran
  • Kucing-kucingan
  • Seyakin-yakinnya
  • Secepat-cepatnya
  • Sepuas-puasnya
  • Selambat-lambatnya
  • Biasanya
  • Idealnya
  • Seharusnya
  • Semampunya

Baca : fungsi imbuhan ke an – contoh kalimat imbuhan se yang menyatakan makna paling – contoh kalimat imbuhan se yang bermakna makna satu – contoh kalimat imbuhan ke-an yang menyatakan sifat

Demikanlah fungsi imbuhan dalam Bahasa Indonesia. Semoga penjelasan di atas bermanfaat dan mudah dimengerti oleh pembaca sekalian. terima kasih.

Categories: Imbuhan
Ratna Sumarni S.Pd: