X

15 Unsur-Unsur Drama dalam Bahasa Indonesia

Menurut laman kbbi.web.id, drama diartikan sebagai cerita atau kisah yang melibatkan konflik dan emosi, serta biasa ditampilkan di dalam pertunjukan teater. Drama sendiri termasuk ke dalam salah satu diantara jenis-jenis prosa baru. selain jenis-jenis novel, macam-macam cerpen, jenis-jenis roman, dan jenis-jenis esai. Selain itu, drama juga termasuk ke dalam salah satu diantara jenis-jenis karangan non ilmiah, selain macam-macam dongeng. Seperti jenis-jenis prosa lainnya, drama juga mengandung beberapa unsur di dalamnya. Di artikel jenis-jenis drama, telah disebutkan bahwa unsur-unsur drama dalam bahasa Indonesia terdiri atas unsur intrinsik dan ekstrinsik. Kedua unsur itu kemudian terbagi lagi menjadi beberapa unsur lainnya. Untuk lebih jelasnya, bisa disimak pada pembahasan di bawah ini!

A. Unsur Intrinsik

Unsur ini merupakan unsur yang terkandung di dalam sebuah drama. Unsur ini sendiri terbagi lagi menjadi beberapa unsur, di mana unsur intrinsik pada drama terdiri atas:

1. Tema

Unsur ini merupakan ide pokok dari sebuah drama yang hendak ditpentaskan. Tema ini sendiri bisa disampaikan secara lugas melalui pementasan drama yang ditampilkan ataupun secara kias melalui perumpamaan-perumpamaan yang ditampilkan di dalam suatu pementasan drama.

2. Alur

Merupakan unsur drama yang berisi rangkaian peristiwa yang hendak ditampilkan dalam suatu drama. Seperti alur cerita pada prosa umumnya, alur cerita pada drama juga mempunyai beberapa tahapan, dimana tahapan dalam alur cerita drama sendiri terdiri atas:

  • Orientasimerupakan tahapan awal drama yang berisi pengenalan tokoh dan latar sebuah drama.
  • Komplikasi: berisi urutan peristiwa yang ada di dalam sebuah drama, serta menjadi tahapan dimana koflik dalam sebuah drama mulai dimunculkan.
  • Evaluasi: merupakan tahapan alur drama yang berisi puncak dari konflik yang telah dimunculkan di tahapan sebelumnya. selain itu, tahapan ini juga berisi pemecahan konflik yang memuncak tersebut secara pelahan.
  • Resolusi: penyelesaian konflik yang mulai muncul di tahapan evaluasi kemudian dikembangkan di dalam tahapan ini.
  • Koda (Coda): merupakan tahapan akhir dari alur cerita drama yang berisi akhir dari penyelesaian konflik yang dilakukan di tahap sebelumnya. Tahapan ini juga berisi amanat atau pesan yang hendak disampaikan di dalam sebuah drama.

3. Penokohan

Merupakan unsr drama yang berisi penggambaran sifat atau watak beberapa tokoh yang ada di dalam sebuah drama. Watak atau karakter sebuah tokoh daat digambarkan lewat tindakan tokoh, ucapan tokoh, pikiran dan perasaan tokoh, atau bisa juga bisa digambarkan lewat penampilan sang tokoh.

4. Latar

Latar merupakan keadaan yang ada di dalam suatu drama. Latar dalam drama sendiri terdiri atas latar tempat, latar waktu, dan juga latar suasana. Selain itu, latar sosial seperti hubungan tokoh dengan sekitarnya juga termasuk ke dalam latar dalam sebuah drama.

5. Amanat

Merupakan unsr yang berisi pesan yang hendak disampaikan di dalam sebuah drama yang ditampilkan. Pesan yang biasanya disampaikan lewat darama bisa berupa pesan dari nilai-nilai agama, sosial, budaya, atau bisa juga berupa kritikan atas fenomena sosial dan politik yang tengah marak terjadi.

B. Unsur Ekstrinsik

Unsur ini merupakan unsur yang ada di luar drama yang mempengaruhi terbentuknya sebuah drama. Seperi halnya unsur intrinsik, unsur ekstrinsik pun terbagi lagi ke dalam beberapa unsur, yaitu:

  • Unsur pendukung terciptanya drama dan dipentaskannya drama, seperti sutradara, kru, sponsor, maupun unsur lainnya.
  • Permasalahan atau isu-isu yang tengah marak di lingkungan masyarakat.
  • Faktor psikologis pemain, kru, sutradara, maupun penonton drama.

Demikianlah penjelasan mengenai unsur-unsur drama dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian.

Categories: drama
Ratna Sumarni S.Pd: