X

Ciri-Ciri Kata Majemuk dan Contohnya dalam Kalimat

Dalam mempelajari bahasa Indonesia, kita mengenal jenis jenis kata dan jenis jenis kalimat. Banyak jenis kata dalam bahasa Indonesia, diantaranya jenis jenis kata depan, jenis jenis kata kerja, jenis jenis kata benda, jenis jenis kata sifat, jenis jenis kata keterangan, jenis jenis kata ganti, jenis jenis kata sandang, jenis jenis kata bilangan, jenis jenis kata ulang, jenis jenis kata ganda, jenis jenis kata tugas, jenis jenis kata serapan, dan macam macam kata penghubung. Nmaun bahasan kita kali ini adalah kata majemuk yang tidak masuk dalam kategori jenis kalimat di atas.

Kata majemuk adalah gabungan dua atau lebih kata dasar yang di dalamnya terkandung satu atau lebih makna baru. Hanya saja, kata-kata dalam kata majemuk tersebut tidak menonjolkan makna di setiap katanya, melainkan kelompok kata yang bersama-sama membentuk satu arti baru.

Ciri-Ciri Kata majemuk

Untuk membedakan kata majemuk dengan kata lain, berikut ini adalah beberapa ciri-ciri kata majemuk, yaitu :

  1. Gabungan dari kata-kata tersebut membentuk sebuah makna baru. Contoh :
    • mata : indera penglihatan manusia, hari : nama satuan waktu dalam 24 jam.
      • mata + hari = matahari berarti sebuah benda yang ada diangkasa yang memberikan panas pada bumi di siang hari.
    • meja : perkakas rumah tangga, makan : suatu kegiatan memasukkan sesuatu ke dalam mulut.
      • meja + makan = meja makan berarti tempat untuk meletakkan makanan atau minuman.
  2. Merupakan dua kata dasar tanpa imbuhan. Contoh :
    • sapu + tangan = sapu tangan
    • air + mata = air mata
    • anak + tiri = anak tiri
  3. Unsur yang membantuk kata majemuk tidak dapat dibalik. Contoh :
    • alam + semesta = alam semesta, yang berarti seluruh isi dalam jagad raya, sedangkan apabila unsur tersebut tersebut dibalik menjadi semesta alam, maka artinya segala sesuatu yang menyangkut kelangsungan hidup di bumi.
    • orang + tua = orang tua, yang berarti ayah dan ibu dari seorang anak. Jika dibalik menjadi tua orang, maka tidak memiliki arti yang pasti/jelas.
  4. Kata Majemuk tidak dapat di sisipi oleh kata lain. Contoh : anak buah, tangan kanan, pancaindera, hulubalang, tinggi hati dan lain sebagainya.

Berdasarkan ciri-ciri kalimat majemuk di atas, kalimat majemuk dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori, yaitu :

A. Berdasarkan Metode Penulisannya

Dalam penulisan kata majemuk, ada unsur kata yang di tulis dengan cara diserangkaikan dan ada pula dengan cara dipisah. Kata majemuk ini disebut dengan kata majemuk  senyawa dan tidak senyawa.

  1. Kata Majemuk Senyawa, adalah kata majemuk yang sudah melebur menjadi satu rangkai atau satu arti kata. Contoh :
    • matahari (gabungan kata dari mata dan hari)
    • bumiputra (gabungan kata dari bumi dan putra)
    • hulubalang (gabungan kata dari hulu dan balang)
    • airmata (gabungan kata dari air dan mata)
  2. Kata Majemuk Tidak Senyawa, adalah kata majemuk yang tidak berpadu/bersatu dalam penulisannya. Contoh :
    • sapu tangan (dibentuk dari kata sapu dan tangan)
    • kumis kucing (dibentuk dari kata kumis dan kucing)
    • cerdik pandai (dibentuk dari kata cerdik dan pandai)

B. Berdasarkan Kelas Kata Pembentuknya

Selain dari cara penulisannya, kata majemuk juga dikelompokkan berdasarkan kata pembentuknya, yaitu :

1. Kata benda + kata benda

Misal : kapal udara, kiri kanan, air mata, air minum, alam baka, akta kelahiran, anggota badan, alam semesta, sapu tangan. Contoh :

  • Wildan sudah bekerja di kapal udara selama 2 tahun lebih.
  • Alam semesta ini selalu menyimpan rahasia yang tak pernah diketahui manusia.
  • Riska meminjamkan sapu tangannya pada Ida.

2. Kata benda + kata kerja 

Misal : anak pungut, meja makan, akal budi, anak didik. Contoh :

  • Tepat pukul 7 malam semua orang berkumpul di meja makan.
  • Dinda adalah anak didik dari pak Bima.
  • Dia menangis setelah diejek temannya dengan panggilan anak pungut.

3. Kata benda + kata sifat 

Misal : orang tua, rumah sakit, arus balik, akal sehat, anak muda. Contoh :

  • Kakek dirawat di rumah sakit selama 7 hari 6 malam.
  • Panji adalah anak muda yang rajin ke masjid.
  • Pada arus balik kemarin, jumlah kecelakaan kendaraan roda 2 mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

4. Kata sifat + kata kerja 

Misal : salah guna, adil makur. Contoh :

  • Pak Jiman telah menyalah gunakan kekuasaanya untuk kepentingan pribadi.
  • Seluruh rakyat Indonesia hidup dengan adil makmur.

5. Kata sifat + kata benda 

Misal : ahli bahasa, ahli bedah, ahli sejarah, ahli sihir, ahli tafsir, ahli waris, ahli kubur. Contoh :

  • Siti adalah satu-satunya ahli waris Pak Darman.
  • Dalam film itu Rike berperan sebagai ahli sihir yang jahat.
  • Dr. Ris adalah ahli bedah yang masih muda dan cantik.

6. Kata sifat + kata sifat 

Misal : tua muda, besar kecil, adi daya, acuh tak acuh. Contoh :

  • Fuad tetap saja acuh tak acuh pada Yani.
  • Amerika merupakan negara adi daya yang sangat berperan di kedutaan besar PBB.
  • Kedai WH adalah tempat makan yang cocok untuk orang tua maupun muda.

7. Kata kerja + kata kerja

Misal : naik turun, keluar masuk, tinggi rendah, pulang pergi, pecah belah, tipu daya. Contoh :

  • Sepak terjangnya dalam dunia perfilman Indonesia begitu mengagumkan.
  • Isa telah terperangkap dalam tipu daya sahabatnya sendiri.
  • Komunitas itu kini terpecah belah akibat ulah salah satu anggotanya.

8. Kata kerja + kata benda 

Misal : akad nikah, agenda rapat, angkat kaki, alih bahasa. Contoh :

  • Kakak terpaksa angkat kaki setelah ibu dan ayah mengusirnya dari rumah.
  • Dia adalah seorang alih bahasa yang menguasai 5 bahasa asing.
  • Rencananya akad nikah akan dilaksanakan tepat pukul 8 esok hari.

9. Kata kerja + kata sifat 

Misal : sapu bersih, terima kasih. Contoh :

  • Semua makanan yang dihidangkan Ibu di sapu bersih oleh teman-temanku.
  • Kami mengucapkan terima kasih atas semua bantuannya.

10. Kata bilangan + kata benda 

Misal : pancaindera, paska bencana, setengah abad, pancasila, dwiwarna. Contoh :

  • Paska bencana alam itu, anak-anak masih mengalami trauma mendalam.
  • Rumah kakek diperkirakan dibangun setengah abad lalu.
  • Pancasila adalah ideologi negara yang tak bisa tergantikan.

11. Kata bilangan + kata kerja

Misal : serba salah, satu padu. Contoh :

  • Semua yang dilakukan Rival serba salah di mata kakaknya.
  • Semua siswa bersatu padu menggelar pertunjukkan kelas.

12. Kata keterangan + kata benda 

Misal : acap kali, alat ukur, alat dapur, aneka warna. Contoh :

  • Windi membutuhkan alat ukur khusus untuk menentukan besar benda ini.
  • Di taman itu Siska dengan tenang menikmati indahnya bunga yang tumbuh beraneka warna.

Semoga ciri-ciri kata majemuk dan contohnya dalam kalimat di atas, bermanfaat bagi pembaca.

Ratna Sumarni S.Pd: