X

Macam-Macam Syair dan Penjelasannya

Segala sesuatu pasti memiliki asal muasal, termasuk syair. Syair awalnya bukanlah asli dari Indonesia, namun kemudian masuk dan diadopsi menjadi karya sastra berbahasa Indonesia yang tentu saja memiliki kaidah dan aturan dalam pembuatannya.

Secara terminologi kata Syair diserap dari Bahasa  Arab yaitu Syi’ir atau Syu’ur yang artinya “perasaan yang menyadari”, lalu istilah Syu’ur mengalami perkembangan menjadi Syi’ru yang artinya “puisi dalam pengetahuan umum”. Syair merupakan salah satu jenis puisi lama.

Asal mula Syair dari negara Persia, kemudian bersamaan dengan masuknya agama Islam ke Indonesia syair juga terbawa masuk ke Nusantara, lalu berkembang menjadi kata “Syu’ur” yang artinya puisi dalam pengertian secara umum. Maka dari itu syair menurut bahasa Melayu memiliki arti puisi secara umum. Ada juga yang mengartikan syair sebagai tembang dengan penuh curahan perasaan.

Perkembangan Syair di Indonesia

Meskipun berasal dari bahasa arab, bentuk syair lebih identik ke dalam sastra melayu. Hal ini terjadi karena syair berkembang serta mengalami modifikasi sehingga syair di buat sesuai dengan kondisi serta situasi yang terjadi dalam perkembangan dari syair. Syair sama dengan puisi lama yang menjadi satu antara bentuk sastra lisan yang terdapat di Indonesia. Syair sebagai jenis puisi lama Indonesia tumbuh dan berkembang setelah peradaban Islam masuk ke Indonesia. Syair yang menjadi jenis puisi lama Melayu ini memperoleh pengaruh dari kesusasteraan Islam layaknya pantun.

Di Indonesia sendiri perkembangan sastra tradisional hingga kini belum memuaskan jika disandingkan dengan perkembangan sastra modern, perkembangan sastra tradisional Indonesia masih jauh tertinggal. Sangat sedikit naskah syair yang masih dilestarikan secara utuh. Dengan demikian, syair menjadi salah satu karya sastra klasik Melayu telah mendekati kepunahan.

Ciri – Ciri Syair

Syair yang merupakan jenis puisi lama Melayu ini umumnya memiliki ciri – ciri berikut :

  • Memiliki sajak a-a-a-a
  • Tiap bait terdiri atas 4 baris atau larik
  • Tiap baris terdiri dari 9, 10, atau pun 12 suku kata
  • Bait-bait di dalam syair umumnya membentuk sebuah cerita
  • Setiap barisnya mengandung arti/makna

Ciri – ciri syair diatas berbeda halnya dengan pantun yang terdiri dari 4 baris dalam 1 baitnya dengan akhiran a-b-a-b, syair berbentuk puisi lama yang dituliskan secara bersambung sehingga membentuk cerita yang panjang.

Ikatan syair memang secara umum terdiri dari empat baris yang bersajak, namun terdapat pula syair yang  memiliki sajak dua – dua baris. Syair hampir selalu memakai lipatan empat, berbeda dengan pantun, empat baris pantun umumnya menyimpulkan sesuatu pemikiran, perasaan, situasi dan lainnya.

Berikut tabel untuk mempermudah pemahaman tentang perbedaan dan persamaan antara syair dengan pantun.

Perbedaan dan Persamaan Syair dengan Pantun

SyairPantun
Persamaan
PengelompokanTergolong karya sastra IndonesiaTergolong karya sastra Indonesia
Jenis SastraJenis Sastra Tradisional / Puisi LamaJenis Sastra Tradisional / Puisi Lama
Kebebasan pengarangTerbatas karena terikat ketentuan tertentuTerbatas karena terikat ketentuan tertentu
Jumlah Baris4 baris dalam 1 bait4 baris dalam 1 bait
Perbedaan
KontenBaris 1 – 4 merupakan isiBaris 1 – 2 merupakan sampiran, sedangkan baris 3 -4 merupakan isi
Rima akhir barisBerformat a-a-a-aBerformat a-b-a-b
Jumlah suku kata9 – 12 suku kata tiap baris8 – 12 suku kata tiap baris
Jumlah baitLebih dari 5 bait1 – 4 bait. Umumnya 1 bait.

Isi Syair

Dilihat dari segi isinya, syair dapat berisi cerita, berisi ajaran agama maupun mengisahkan kejadian dan syair. Wujud syair berupa rangkaian kata yang diciptakan oleh pengarangnya sebagai manifestasi akan ekspresi pengarang tersebut yang juga dapat dikontemplasikan dengan peralatan – peralatan musik khas syair seperti rabana. Syair diciptakan oleh pengarangnya dari wujud ekspresinya. Syair juga dimanfaatkan untuk menggambarkan sesuatu yang panjang, baik tentang suatu cerita, persahabatan, ilmu, religi, percintaan maupun sejarah.

Salah satu dari unsur yang ikut membangun terwujudnya karya sebuah syair yaitu lingkungan sosial tempat syair itu berasal. Hal ini erat hubungannya dengan kehidupan di lingkungan sosial asal sebuah syair tersebut. Misalnya, dalam masyarakat Gorontalo yang membentuk satu lingkup sosial dengan terpengaruh adat tradisional yang kokoh, menjadi salah satu unsur pembangun lahirnya syair- s yair yang cenderung menempatkan ciri khas yang unik. Hal ini diawali oleh adanya seni budaya yang berwujud tarian yang memerlukan syair sebagai pelengkap pengungkapan makna dalam tarian tersebut.

Unsur-unsur pembentuk syair

Unsur dalam sebuah syair berupa unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik, yaitu unsur yang terdapat didalam syair itu sendiri maupun unsur yang mempengaruhinya dari luar. Unsur intrinsik meliputi :

  1. Tema, adalah ide pokok yang ingin penyair sampaikan melalui syairnya kepada pembaca. Tema yang digunakan oleh penyair beragam. Misalnya : kemanusiaan, budi pekerti, agama, alam, keindahan, pendidikan dan lain sebagainya.
  2. Perasaan, adalah sesuatu yang ingin penyair ungkapan yang berupa ciri khasnya, cara pandang, karakter dan sebagainya.
  3. Nada, suatu intonasi atau penekanan dalam isi syair yang dapat berupa mengejek, mengkritik, menasehati, bergurau, bergembira, bernelas kasihan dan sebagainya.
  4. Amanat, adalah pesan atau nasehat yang ingin penyair sampaikan kepada pembaca. Umumnya pesan dalam syair ditafsirkan sendiri oleh pembaca sesuai dengan pemahaman pembaca.

Unsur ekstrinsik meliputi :

  • Latar belakang kehidupan penyairnya
  • Pendidikan penyair
  • Latar belakang budaya dan sosial
  • Adat atau kebiasaan masyarakat setempat

Macam-Macam Syair

Berdasarkan isinya, umumnya syair di bagi menjadi 5 macam, yaitu :

  1. Syair Agama, yaitu syair yang isinya mengandung nilai-nilai atau ajaran agama.
  2. Syair Sejarah, yaitu syair yang isinya bertemakan nilai-nilai sejarah atau sebuah kejadian yang telah menjadi sejarah.
  3. Syair Romantis, yaitu syair yang didalamnya bertemakan kisah/cerita rakyat, atau kisah percintaan.
  4. Syair Kiasan, yaitu syair yang berisikan atau mengandung kata kiasan yang bermaksud mengkritik atau menyindir suatu kejadian/peristiwa.
  5. Syair panji, yaitu syair yang mengisahkan suatu keadaan atau kejadian dalam sebuah kerajaan.

Contoh Syair 

  • Syair antar belanja (syair seserahan)

Antar belanja disebut orang

Mengisi janji sudah dikurang

Adat diisi lembaga dituang

Supaya setara muka belakang

Antaran ini beragam neka

Sesuai dengan atur patutnya

Tanda suka kedua pihaknya

Tanda hidup seiya sekata

Adat Melayu sejak dahulu

Antar belanja menebus malu

Tanda senasib seaib semalu

Berat dan ringan bantu-mebantu

Antar belanja pihak lelaki

Untuk keluarga calon isteri

Disampaikan dengan bersuci hati

Supaya tak ada umpat dan keji

  • Syair tepuk tepung tawar

Tepung tawar untuk penawar

Supaya hidup tidak bertengkar

Wabah penyakit tidak menular

Semua urusan berjalan lancar

Tepung tawar berberas berteh

Supaya hati menjadi pengasih

Tabah menahan pahit dan pedih

Sampai tua sayang berlebih

Tepung tawar berdaun sedingin

Supaya selamat kedua pengantin

Imannya teguh bekerja pun rajin

Mau bersusah tahan berlenjin 

Tepung tawar berbeas kunyit

Supaya menjauh segala penyakit

Berlapang dada di dalam sempit

Mensyukuri nikmat walau sedikit

Tepung tawar berbunga rampai

Supaya niat semuanya sampai

Dikasihi oleh sahabat handai

Berumah tangga rukun dan damai

Tepung tawar berbeas basuh

Supaya hidup tidak berumusuh

Mana yang buruk akan menjauh

Berumah tagga takkan bergaduh

  • Syair khatam Qur’an

Dengan Bismillah membuka kata

Berkhatam Quran pula dijangka

Kalam Ilahi yang kita baca

Supaya perkawinan selamat sejahtera

Berkhatam Quran disebut orang

Faedahnya Qur’an disebut orang

Mengagungkan Allah cahaya benderang

Menjadi suluh muka belakang

Mulia pengantin duduk berkhatam

Mengokohkan iman menguatkan Islam

Hidup sejahtera siang dan malam

Berumah tangga tidakkan karam

  • Syair akad nikah

Dengan Bismillah membuka kata

Ridho Allah yang kita minta

Rahmat-Nya banyak tidak terkira

Rahman rahim-Nya demikian pula

Akad nikah wajib hukumnya

Ijab dan Kabul jadi intinya

Supaya pernikahan sah adanya

Suami dan isteri tak ada celanya

Bila sudah selesai akad Nikah

Bersuami isteri sahlah sudah

Kita bermohon kepada Allah

Semoga keduanya beroleh berkah

  • Syair nasehat perkawinan

Besuami isteri bebannya berat

Bertanggung jawab dunia akhirat

Tersalah jalan hiup mudarat

Salah berhitung hidup melarat

Menjadi suami hendaklah bijak

Iman di dada pantang berkacak

Tehadap isteri hendaklah lunak

Terhadap anak bertunak-lunak

Demikian penjelasan tentang macam macam syair dan penjelasannya. Semoga bermanfaat dan memperkaya wawasan kesusasteraan Indonesia.

Categories: Syair
Ratna Sumarni S.Pd: