X

Makna Imbuhan Meng- dan Contohnya dalam Kalimat

Imbuhan meng- di sebuah kata dalam bahasa Indonesia, awalnya merupakan imbuhan me- yang mana telah mengalami penambahan fonem. Contoh :

  • me + gigit menjadi mengigit,
  • me + gotong menjadi menggotong,
  • me + hias menjadi menghias,
  • me + hapus menjadi menghapus, dan sebagainya.

Jika dilihat dari contoh diatas, maka imbuhan me- yang apabila huruf pertama dari kata dasarnya adalah huruf “g, h”, maka imbuhan me- mengalami perubahan menjadi imbuhan meng-.

Imbuhan meng- dalam kalimat melakukan sebuah pekerjaan untuk orang lain. Imbuhan meng- bermakna melakukan suatu tindakan yang berulang seperti pada kata memukuli. Makna lainnya adalah memberi sesuatu pada orang lain seperti pada kata menggarami. Imbuhan meng- juga bermakna melakukan tindakan yang berkaitan dengan tempat seperti mendatangi. Dan bermakna yang menyebabkan sesuatu menjadi seperti yang disebut pada kata dasarnya seperti pada kata membasahi.

Pengertian Imbuhan Meng-

Awalan meng- berfungsi untuk membentuk kata kerja baik secara transitif (memerlukan objek) dan juga intransitif (tidak memerlukan objek). Imbuhan meng- sendiri tidak mengalami perubahan apabila diikuti dengan kata dasar yang berawalan vokal yakni a, i, u, e, o atau konsonan seperti g, h, k. Contoh :

  • meng- + asah (kata dasar yang berawalan vokal a) = mengasah
  • meng- + iris (kata dasar yang berawalan vokal i) = mengiris
  • meng- + ekor (kata dasar yang berawalan vokal e) = mengekor
  • meng- + oceh (kata dasar yang berawalan vokal o) = mengoceh
  • meng- + gulung (kata dasar yang berawalan huruf g) = menggulung
  • meng- + hilang (kata dasar yang berawalan huruf h) = menghilang
  • meng- + kirim (kata dasar yang berawalan huruf k) = mengirim

Kata dasar yang berawalan huruf “k” mengalami peluluhan/perubahan jika digabungkan dengan imbuhan meng-). Akan tetapi, imbuhan meng- akan berubah bentuk saat diikuti dengan kata dasar :

  1. Menjadi me- : apabila diikuti dengan kata berawalan huruf : l, m, n, r, w, y. Contoh :
    • lapor menjadi melapor, langkah menjadi melangkah
    • makan menjadi memakan, masak menjadi memasak
    • nangis menjadi menangis,  nari menjadi menari
    • ratap menjadi meratap, rusak menjadi merusak
    • warna menjadi mewarna, wabah menjadi mewabah
    • yakin menjadi menyakin-i/kan
  2. Menjadi men- : apabila diikuti dengan kata dasar berawalan huruf : c, d, j, t dan z. Contoh :
    • cari menjadi mencari, coba menjadi mencoba
    • dukung menjadi mendukung, dorong menjadi mendorong
    • jerat menjadi menjerat, jahit menjadi menjahit
    • tangkap menjadi menangkap, tulis menjadi menulis
    • zalim menjadi menzalim-i
  3. Menjadi mem- : apabila diikuti dengan kata dasar berawalan huruf : b, f, p dan v. Contoh :
    • baca menjadi membaca, beli menjadi membeli
    • foto menjadi memfoto
    • pasang menjadi memasang, paku menjadi memaku
  4. Menjadi meny- : apabila diikuti kata dasar dengan awalan huruf : s. Contoh :
    • Sampul menjadi menyampul, saring menjadi menyaring, silang menjadi menyilang
  5. Menjadi menge- : apabila diikuti oleh satu suka kata saja. Contoh :
    • Rem menjadi mengerem, cat menjadi mengecat

Kata dasar yang diawali oleh konsonan k, p, s dan t akan mengalami peluluhan atau penghilangan huruf tersebut apabila mendapat imbuhan meng- seperti contohnya mengaitkan, memaku, menyapu, menarik dan sebagainya.

Namun peluluhan ini tidak akan terjadi jika huruf pertama fonem k, p, s atau t, jika diikuti oleh konsonan ganda seperti mengkristal, mempromosikan, mensyaratkan, mentransmisikan dan sebagainya.

Contoh Kata Imbuhan Meng- Dalam Kalimat

Berikut ini beberapa contoh penggunaan kata yang mendapat imbuhan meng- di dalam kalimat.

  • Saat mengetahui Susi berbohong, ibu menghukumnya supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama.
  • Keluargaku sibuk mengecat kembali dinding rumah untuk menyambut Idul Fitri.
  • Teroris yang mengebom pusat perbelanjaan itu akhirnya berhasil ditangkap.
  • Jangan suka mengejek temanmu, karena itu merupakan perbuatan yang tidak terpuji.
  • Semua murid mengerjakan soal matematika itu dengan teliti.
  • Jaka berhasil mengelola perusahaannya dengan sangat baik.
  • Direktur itu menjelaskan apa saja pekerjaan stafnya yang baru.
  • Pak Bahar selalu mengedepankan kepuasan dari para pelanggan restorannya.
  • Dalam dunia pekerjaan, mereka tetap bekerja secara profesional dan mengesampingkan masalah keluarga yang sedang dialami.
  • David berhasil menghalau bola yang meluncur ke arah gawangnya dengan sangat baik.
  • Andika mengangkat kotak kayu ke dalam gudang rumahnya.
  • Kakak mengaduk adonan itu dengan hati-hati agar tidak mengumpal.
  • Pemuda pengangguran itu selalu saja mengacau tidak karuan saat mabuk.
  • Anjingku menggali tanah saat ia ingin menyembunyikan tulang yang ditemukannya.
  • Perbuatan mengemis yang dilakukan orang itu membuat warga sekitar merasa terganggu.
  • Mengeram selalu dilakukan induk ayam untuk menetaskan telurnya.
  • Asap mengepul dari tumpukkan sampah yang dibakar ibu.
  • Setelah mengembara bertahun-tahun lamanya, akhirnya ia kembali juga ke kampung halamannya.
  • Tikus itu mengerat seluruh perabotan kayu yang ada di rumahku.
  • Film horor yang ditonotonnya membuatnya tidak bisa tidur semalaman.
  • Buronan tersebut berhasil menghilangkan jejak sehingga menyulitkan polisi untuk menangkapnya.
  • Ia sibuk mencuci pakaiannya yang sudah menggunung.
  • Gigi ayah terlihat menguning karena kebiasaan buruk merokok yang terus ayah lakukan.
  • Gula itu berubah menjadi mengkristal saat dibekukan dalam lemari es.
  • Singa di kebun binatang tersebut mengaum dengan keras.
  • Ia mengumpulkan berbagai data yang dibutuhkan untuk penelitian yang sedang dilakukannya.
  • Kucing itu mengeong saat adik tidak sengaja menginjak ekornya.
  • Pria itu berhasil menghasut massa untuk melakukan demonstrasi.
  • Setelah didesak, akhirnya Coki mengaku jika ia yang mengambil pensil milik Boni.
  • Untuk mendapatkan warna yang unik, kami mencampur beberapa warna menjadi satu.
  • Nenek membuat makanan kesukaanku saat aku berkunjung kerumahnya.
  • Ayah berjanji akan mengajak kami menonton konser minggu depan.
  • Panitia perlombaan itu menyiapkan banyak hadiah untuk pemenang lomba.
  • Ketua RT mengumumkan minggu pagi warga diminta berkumpul untuk kerja bakti.
  • Siang ini sinar matahari sungguh menyilaukan mata.
  • Kami sudah sepakat untuk mengerjakan karya tulis itu bersama-sama.
  • Perkataannya tidak memperdulikan perasaan orang lain.
  • Kami sudah siap berangkat untuk memanen jagung di ladang sore ini.
  • Adik memperhatikan dengan seksama saat ayah menjelaskan tugasnya.
  • Ibu itu tertawa melihat anak-anak bernyanyi dengan lucu.

Demikian penjelasan makna imbuhan meng- dan contohnya dalam kalimat. Semoga bermanfaat.

Categories: Imbuhan
Ratna Sumarni S.Pd: