Macam Macam Imbuhan Prefiks dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia

Dalam sebuah kalimat, tidak semua kata-kata yang ada didalamnya menggunakan kata dasar. Dalam satu kalimat, sudah dapat dipastikan ada kata berimbuhan didalamnya. Apapun jenis jenis kalimat tersebut, baik itu kalimat aktif dan kalimat pasif, kalimat simpleks dan kompleks, kalimat langsung dan kalimat tidak langsung, kalimat baku dan tidak baku, dan sebagainya. Contoh sederhana saja, coba perhatikan paragraf dalam artikel ini! Ada berapakah kata-kata yang merupakan kata berimbuhan?

Imbuhan terdiri dari 4 jenis yaitu : awalan (prefiks), sisipan (infiks), akhiran (sufiks) dan awalan-akhiran (konfiks). Namun dalam bahasan kali ini, kita khusus membahas tentang imbuhan awalan atau yang disebut juga prefiks.

Pengertian Imbuhan Prefiks

Imbuhan (afiks) adalah bunyi yang ditambahkan pada suatu kata untuk membentuk kata baru yang artinya masih berhubungan dengan kata utama/kata dasar. Imbuhan (afiksasi) adalah morfem terikat yang digunakan dalam bentuk dasar guna membentuk suatu kata.

Imbuhan prefiks atau disebut juga imbuhan awalan adalah sebuah imbuhan yang dibubuhkan atau ditambahkan pada awal kata dasar. Kata awalan diserap dari bahasa Arab yaitu kata “awwal” yang berarti awal dan diberi akhiran -an. Dalam bahasa Sematik, sebuah awalan dapat merubah bentuk kata yang dibubuhinya yang disebut preformatif . Proses penambahan imbuhan awalan/prefiks ini dinamakan prefiks aksi (prefixation).

Fungsi Imbuhan Prefiks

  1. untuk menyatakan melakukan sesuatu (seperti : ber-)
  2. untuk membentuk kata bilangan (seperti : se-, ke-, bi-)
  3. untuk menyatakan paling (seperti : maha)
  4. untuk membentuk kata kerja aktif (seperti : me-, ber-, per-)
  5. untuk membentuk kata benda (seperti : pe-, se-)
  6. untuk membentuk kata kerja dan membawa arti yang pasif (seperti : di-, ter-)
  7. untuk membentuk kata kerja intransif/tidak membutuhkan objek (seperti : ke-)
  8. untuk menyatakan arti “tidak” atau “tidak ber” (seperti : a-)
  9. untuk menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan (seperti : anti-)
  10. untuk menyatakan bekas/mantan (seperti : eks-)

Macam Macam Imbuhan Prefiks

Berdasarkan pertumbuhan bahasa yang terjadi, imbuhan awalan (prefiks) dalam Bahasa Indonesia terbagi menjadi 2 macam, yaitu :

Imbuhan Prefiks Asli

  1. Prefiks me- dan pe-
    Prefiks me- dan pe- memiliki ketentuan yang sama dalam penggunaannya, yaitu :

    • Prefiks me- menjadi meng-, pe- menjadi peng- : jika kata dasar diawali oleh huruf vokal dan konsonan tertentu (/a/, /e/, /g/, /h/, /i/, /u/, /o/,/k/).
      Contoh : aduk – mengaduk, ganti – mengganti, ulang – mengulang, injak – menginjak, hemat – menghemat, untit – penguntit, hancur – penghancur
    • Prefiks me-  menjadi men-, pe- menjadi pen- : jika kata dasar diawali huruf (/c/, /d/, /j/).
      Contoh : coba – mencoba, dorong – mendorong, jual – menjual, dorong – pendorong, dengar – pendengar
    • Prefiks me- menjadi mem-, pe- menjadi pem- : jika kata dasar diawali huruf (/b/, /f/, /v/).
      Contoh : bantu – membantu, baca – pembaca
    • Prefiks me- menjadi meny-, pe- menjadi peny- : jika kata dasar diawali huruf /s/.
      Contoh : sikat – menyikat, samar – penyamar
    • Prefiks me- dan pe- tak berubah namun huruf pertama dari kata dasar yang berubah, jika kata dasar diawali huruf (/p/, /t/, /k/) diubah menjadi (/m/, /n/).
      Contoh : pakai – memakai – pemakai, tampar – menampar, tabur – menabur, terima – penerima
    • Prefiks me-, pe- dan kata dasar sama-sama tak ada yang berubah, jika kata dasar diawali huruf (/l/, /m/, /n/, /r/).
      Contoh : lamar – melamar – pelamar, minta – meminta, ringkas – meringkas, maaf – pemaaf
  2. Prefiks ber- dan per-
    Prefiks ber- menjadi be-, per- menjadi pe- : jika kata dasar diawali huruf /r/.
    Contoh : renang – berenang – perenang
  3. Prefiks di- dan ter-
    Pada prefiks di- dan ter- dapat diterapkan ketentuan yang sama yaitu : penempatan objek di depan sebagai subjek dan pemindahan pelaku menjadi objek dalam kalimat.
    Contoh :

    • Buku itu dibawa oleh adikku.
    • Buku itu terbawa oleh adikku.
  4. Prefiks se-
    Contoh : ikat – seikat, ekor – seekor
  5. Prefiks ke-
    Contoh : luar – keluar, dalam – kedalam, atas – keatas, bawah – kebawah

Imbuhan Prefiks Serapan

Imbuhan prefiks serapan adalah imbuhan prefiks yang berasal dari bahasa asing dan bahasa daerah yang dijadikan ke bahasa Indonesia.

  1. Prefiks a-
    Prefiks ini mengandung arti “tidak” atau “tidak ber”.
    Contoh : amoral, asosial, anonim, asimetris
  2. Prefiks anti-
    Prefiks ini mengandung arti “melawan” atau “bertentangan dengan”.
    Contoh :
  3. Prefiks bi-
    Prefiks ini mengandung arti “dua”.
    Contoh : bilateral, bilingual, bikonveks
  4. Prefiks de-
    Prefiks ini mengandung arti “meniadakan atau menghilangkan”.
    Contoh : dehidrasi, devaluasi, dehumanisasi, deregulasi
  5. Prefiks eks-
    Prefiks ini mengandung arti “bekas atau mantan”.
    Contoh : eks-prajurit, eks-karyawan
  6. Prefiks ekstra-
    Prefiks ini mengandung arti “tambah”, “diluar”, atau “sangat”.
    Contoh : ekstra universiter, ekstra terestrial, ekstra liguistic, ekstra hati-hati, ekstra ketat
  7. Prefiks hiper-
    Prefiks ini mengandung arti “lebih” atau “sangat”.
    Contoh : hipertensi, hipersensitif
  8. Prefiks in-
    Prefiks ini mengandung arti “tidak”.
    Contoh : inkonvensional, inaktif, intransitif
  9. Prefiks infra-
    Prefiks ini mengandung arti “di tengah”.
    Contoh : infrastruktur, inframerah, infrasonic
  10. Prefiks intra-
    Prefiks ini mengandung arti “di dalam”.
    Contoh : intrauniversiter, intramolekuler
  11. Prefiks inter-
    Contoh : interdental, internasional, interisuler
  12. Prefiks ko-
    Prefiks ini mengandung arti “bersama-sama” atau “beserta”.
    Contoh : kokulikuler, kopilot, kopromotor
  13. Prefiks kontra-
    Prefiks ini mengandung arti “berlawanan” atau “menentang”.
    Contoh : kontradiksi, kontrarevolusi
  14. Prefiks makro-
    Prefiks ini mengandung arti “besar” atau “dalam arti luas”.
    Contoh : makro ekonomi, makro linguistik
  15. Prefiks mikro-
    Prefiks ini mengandung arti “kecil” atau “renik”.
    Contoh : mikro organisme, micro film
  16. Prefiks multi-
    Prefiks ini mengandung arti “banyak”.
    Contoh : multi partai, multi jutawan, multi kompleks, multilateral
  17. Prefiks neo-
    Prefiks ini mengandung arti “baru”.
    Contoh : neokolonialisme, neorealisme, neofeodalisme
  18. Prefiks non-
    Prefiks ini mengandung arti “bukan” atau “tidak ber”.
    Contoh : non migas

Contoh Imbuhan Prefiks dalam Kalimat

  1. Edo terpilih menjadi ketua kelas setelah dilakukan pemungutan suara/voting yang diikuti teman-teman satu kelasnya.
  2. Pengusaha bernama Muhammad Ridho kembali melebarkan sayap bisnisnya dengan merambah dunia kuliner.
  3. Kekayaan yang berlimpah tidak akan ada artinya jika tidak diimbangi dengan kesehatan dan keharmonisan yang terjalin antar anggota keluarga.
  4. Aku tidak tahan melihat nenek-nenek menjadi seorang pengemis.
  5. Saat ujian nasional maupun ujian sekolah mata pelajaran Bahasa Indonesia selalu terletak di jadwal hari yang sama dengan mata pelajaran Bahasa Inggris.
  6. Di hari terakhir pertemuan kuliah pada tiap semester, mahasiswa selalu diminta untuk menuliskan pesan dan kesan terhadap dosen yang bersangkutan.
  7. Pada setiap perusahaan deskripsi pekerjaan seorang Admin berbeda dengan staff HRD begitu juga dengan kelas jabatan serta standar gajinya.
  8. Mantan pelari nasional itu memilih untuk berhenti mengikuti semua kejuaraan setelah ia mengalami patah tulang saat mengikuti kejuaraan dunia musim lalu.

Imbuhan prefiks (awalan) adalah salah satu jenis dari kata imbuhan, yang mengalami proses prefiksasi (previxation) yakni pembubuhan imbuhan di awal/ depan kata dasar. Demikianlah pembahasan tentang pengertian, fungsi, macam macam imbuhan prefiks dan contohnya dalam bahasa indonesia. Semoga bermanfaat.

, , , , , ,
Post Date: Monday 19th, December 2016 / 02:28 Oleh :
Kategori : Kata Kata