Majas Simile dan Contohnya dalam Kalimat

Dalam penulisan suatu karya tulis khususnya karya sastra, seringkali seorang penulis/pengarang mengungkapkan atau meluapkan isi pikiran dan perasaannya melalui bahasa yang khas. Ungkapan isi pikiran dan perasaan tersebut tidak selalu diungkapkan berupa kata-kata sederhana yang langsung menyatakan makna sebenarnya, terkadang dapat pula berupa perumpamaan. Penggunaan kata atau kalimat perumpamaan inilah yang merujuk pada penggunaan majas/gaya bahasa.

Majas simile merupakan salah satu dari kategori majas perbandingan. Di artikel sebelumnya sudah dibahas banyak macam macam majas yang sudah kita bahas, termasuk macam macam majas perbandingan itu sendiri, yang mana satu diantaranya akan kita bahas kali ini. Berikut, dibawah ini penjelasan lengkap mengenai majas simile dan contohnya dalam kalimat.

Pengertian Majas Simile

Kata simile berasal dari bahasa Latin yakni simile yang berarti “seperti”. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), majas simile adalah majas pertautan yang membandingkan dua hal yang secara hakiki berbeda, tetapi dianggap mengandung segi yang serupa, dinyatakan secara eksplisit dengan kata : seperti, bagai, laksana. Perbandingan secara eksplisit pada majas simile ini dapat diartikan sebagai pemberian makna pada hal/sesuatu yang dibandingkan itu secara langsung dengan kata-kata yang merupakan perumpamaannya.

Berdasarkan pengertian tersebut, maka majas simile termasuk dalam dua kategori jenis majas, yakni :

  1. majas perumpamaan : karena menggunakan kata penghubung (seperti, bagai, laksana) yang menyatakan perumpamaan
  2. majas perbandingan : karena membandingkan antara dua hal yang berbeda

Adapun kata-kata penghubung yang lazim digunakan pada majas simile, antara lain :

  • bagaikan
  • laksana
  • seperti
  • serupa
  • semisal, dan lain-lain

Contoh Majas Simile

Untuk lebih memahami tentang majas simile serta penggunaannya dalam kalimat, perhatikan contoh dibawah ini :


  • Aku dan dia selalu bertengkar setiap hari seperti anjing dan kucing.
  • Kata-kata yang keluar dari mulutmu benar-benar tajam dan menyakitkan hatiku bagaikan disayat pisau belati.
  • Persahabatan kita yang sudah kita jalin sejak kecil ini akan bertahan selamanya dan tak akan pernah tergoyahkan bagaikan rantai kapal yang sangat kuat.
  • Dari dulu sampai sekarang hanya itu-itu saja pengetahuanmu, tidak ada perkembangan sama sekali. Makanya sering-seringlah bergaul dan perbanyak kenalan serta temanmu, jangan dirumah saja terus bagaikan katak dalam tempurung.
  • Aku membutuhkan senyumanmu dalam hari-hariku bagaikan pagi hari yang membutuhkan mentari.
  • Gadis remaja yang masih belia sama laksana bunga mawar yang baru mekar.
  • Masalah kehancuran yang terjadi pada keluargaku bagaikan duri dalam daging bagiku.
  • Dia sangat berharga dan berarti dalam bagiku. Tak hanya sebatas sahabat tapi dia laksana pelita dalam gelapnya kehidupan yang ku lalui.
  • Ia seperti kebakaran jenggot saat kebohongannya selama ini terbongkar.
  • Sikap dan pikiranmu selalu berubah-ubah bagaikan air di daun talas.
  • Andi selalu menuruti apapun yang dikatakan oleh orang tuanya seperti seekor kerbau yang dicocok hidungnya.
  • Sejak kau berdiam diri dirumah terus kulitmu menjadi sangat putih seperti dilumuri susu.
  • Aku tidak percaya diri dengan jidat lebarku ini sudah seperti lapangan bola saja lebarnya.
  • Anak mereka sangat banyak sama halnya seperti pemain klub sepak bola.
  • Kau harus segera mengakhiri hubungan kalian dan lupakanlah dia. Kalian berdua bagaikan langit dan bumi, tidak akan pernah bisa bersatu.
  • Bagaimanapun suksesnya dirimu, ingatlah selalu orang-orang yang selalu ada untukmu saat ini. Jangan seperti kacang lupa kulitnya.
  • Rumah orang tuanya sangat besar dan mewah bagaikan istana.
  • Model itu memiliki postur yang sangat sempurna bagaikan gitar spanyol.
  • Semua teman-temanku tidak ada yang mau berada di kelas saat pelajaran matematika karena gurunya sangat ganas seperti monster.
  • Tubuhmu gemuk dan bulat seperti bola basket.

  • Aku sangat terganggu saat kau tidur. Suara dengkuranmu sangat keras dan mengganggu bak suara knalpot motor yang sudah usang dan tua.
  • Aku senang membelai rambut nenekku. Rambutnya sangat halus dan lembut bagaikan selembut kain sutera.
  • Suaranya saat berbicara sangat halus bagaikan alunan melodi yang sangat merdu.
  • Seorang satuan pengaman atau satpam haruslah memiliki tubuh yang tegap dan kekar seperti benteng yang kokoh.
  • Kami tidak ada yang berani mendekat jika dia sedang marah karena saat marah dia bagaikan seekor harimau yang sedang mengamuk.
  • Dia sangat dijagokan dalam ajang perlombaan tari ini karena saat dia menari tubuhnya bagaikan ombak yang sedang meliuk-liuk.
  • Jalanmu lamban sekali seperti kura-kura yang berjalan.
  • Kelihatannya dia sangat senang melihat orang lain menderita. Perhatikan saja dia tertawa persis seperti nenek lampir yang sedang tertawa.
  • Apa kalian yakin mereka bukan kembar dan bukan saudara sama sekali? Wajah mereka berdua sangat mirip bagaikan pinang yang dibelah dua.
  • Aku tidak sanggup keluar rumah hari ini. Cuacanya sangat dingin bagaikan berada di kutub saja.
  • Jerawat di wajahmu semakin banyak dan merekah saja seperti gunung yang akan meletus.
  • Paha gadis mungil itu mulus sekali seperti porselen tanpa cacat sedikitpun.
  • Sikatlah gigimu itu. Lihatlah gigimu kuning semua bagaikan emas 24 karat.
  • Wajahnya sangat berseri dan bercahaya bagaikan pantulan sinar matahari di cermin.
  • Ia terkenal sebagai orang yang sangat garang laksana singa si raja hutan.
  • Tak ada yang mau menegur dan menasehatinya karena sifat keras kepala yang ia miliki seperti kerasnya batu.
  • Kecepatan pacu motor keluaran baru itu disebut-sebut sebagai yang tercepat bagaikan lari seekor macan.
  • Makanan di warung pinggiran ini harganya sangat terjangkau tapi rasanya seperti makanan restoran mewah.
  • Dia terlalu memanjakan anak-anaknya, tak heran mereka tumbuh menjadi anak manja yang ingin selalu dilayani bak putri raja.
  • Kopi hitam ini rasanya sangat pahit seperti obat pereda demam.
  • Kita tinggal di daerah pinggir laut tapi cuacanya dingin seperti tinggal di pegunungan saja.
  • Dulunya ayahku adalah seseorang yang sangat kaku dan dingin seperti es batu yang tak pernah mencair.
  • Apa yang terjadi dengannya? Wajahnya terlihat sangat lusuh dan gersang bagaikan padang pasir yang tandus.
  • Dimana kau membeli sajadah ini? Bahan dan modelnya sangat bagus dan indah seperti karpet permadani milik Aladin di serial TV dulu.
  • Kulit wajahmu lembut dan mulus sekali seperti kulit bayi.
  • Ia tak pantas menjadi seorang penyanyi, suaranya saja seperti bunyi kaleng usang yang terjatuh.
  • Tak disangka-sangka Lion bisa memenangkan kejuaraan itu dan memenangkan hadiah utamanya, ia seperti mendapatkan durian runtuh.

Demikianlah pembahasan tentang majas simile dan contohnya dalam kalimat. Semoga artikel ini bermanfaat.

, , , , ,
Post Date: Friday 06th, January 2017 / 15:33 Oleh :
Kategori : Majas