4 Contoh Majas Eponim beserta Penjelasannya dalam Bahasa Indonesia

Majas Eponim merupakan salah satu diantara macam-macam majas yang kurang dikenal khalayak awam, selain contoh majas disfemisme, contoh majas perifrasa, contoh majas antropomorfisme, contoh majas aptronim, contoh majas simetri, dan contoh majas parabel. Majas eponim sendiri merupakan sebuah majas yang berbentuk nama suatu tokoh yang diterapkan pada suatu kalimat tertentu. Adapun tujuan dari majas ini adalah sebagai penguat dari maksud yang hendak dikemukakan dalam sebuah kalimat. Supaya lebih jelas, berikut ditampilkan beberapa contoh majas eponim beserta penjelasannya dalam bahasa Indonesia!

Contoh 1: 

Rakyat masih menunggu hadirnya Ratu Adil untuk mengatasi segala problema di negeri ini.

Penjelasan:

Maksud dari kalimat di atas adalah rakyat menantikan seorang tokoh yang mempunyai kekuatan lebih, sehingga mampu mengatasi segala problema di negeri ini. Agar konteks kalimat tersebut semakin kuat, maka tokoh Ratu Adil pun dimasukkan ke dalam kalimat di atas. Adapun Ratu Adil sendiri adalah sebuah tokoh dalam mitologi Jawa yang dianggap sebagai penyelamat yang membawa keselamatan dan keadilan bagi masyarakatnya. Dengan demikian, penggunaan tokoh Ratu Adil pada kalimat di atas sesuai dengan maksud kalimat di atas.

Contoh 2:

Hanya Dewi Fortuna-lah yang bisa menyelamatkan tim futsal SMAN 7 dari kekalahan.

Penjelasan:

Maksud dari kalimat di atas adalah bahwa tim sepakbola SMAN 7 akan menang jika ada faktor keberuntungan yang menaungi mereka. Faktor keberuntungan tersebut kemudian diibaratkan atau digambarkan dengan tokoh Dewi Fortuna yang disisipkan ke dalam kalimat di atas. Dewi Fortuna sendiri memanglah sesosok dewi yang dianggap mampu memberikan keberuntungan. Dengan demikian, penempatan Dewi Fortuna pada kalimat di atas sesuai dengan maksud kalimat tersebut.

Contoh 3:

Kami merindukan sosok negarawan seperti Bung Hatta yang rela hidup bersahaja meskipun sudah menjadi orang penting di negara ini.

Penjelasan:

Maksud dari kalimat di atas bahwa tokoh kami pada kalimat di atas merindukan sosok negarawan yang rela hidup bersahaja meskipun sudah menjadi pejabat di negeri ini (Indonesia). Untuk memperkuat konteks tersebut, maka tokoh Bung Hatta (Mohammad Hatta) dimasukkan ke dalam kalimat di atas. Bung Hatta sendiri memang dikenal sebagai sosok negarawan yang dikenal hidup bersahaja, meskipun beliau adalah seorang tokoh penting di negeri ini. Kebersahajaan beliau bisa dilihat dari keengganan beliau untuk dimakamkan Taman Makam Pahlawa Kalibata, dan memilih untuk dimakamkan di pemakaman biasa tempat rakyat-rakyatnya disemayamkan. Oleh karenanya, penggunaan nama Bung Hatta pada kalimat contoh 3 sangatlah sesuai dengan maksud kalimat tersebut.

Contoh 4:

Aku berharap semoga hidung para pejabat di negara ini mempunyai hidung seperti Pinokio, sehingga mereka tidak berani untuk membohongi rakyat.

Penjelasan:

Maksud dari kalimat di atas adalah tokoh aku berharap semoga para pejabat mempunyai kesadaran supaya mereka tidak berani untuk membohongi rakyat. Kesadaran tersebut kemudian diibaratkan oleh hidung suatu tokoh fiktif, yaitu Pinokio. Tokoh Pinokio sendiri merupakan suatu tokoh fiktif yang mempunyai ciri khas di hidungnya. Hidung Pinokio tersebut bisa memanjang dengan sendirinya, jika dia melakukan suatu kebohongan. Dengan demikian, penggunaan tokoh Pinokio pada kalimat contoh 4 sesuai dengan maksud kalimat tersebut.

Demikianlah beberapa contoh majas eponom beserta penjelasannya dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan para pembaca sekalian, baik itu mengenai majas maupun mengenai bahasa Indonesia. Sekian dan terima kasih.

, , , , , ,
Post Date: Friday 19th, January 2018 / 10:48 Oleh :
Kategori : Majas