X

Contoh Daftar Riwayat Hidup dalam Bahasa Indonesia

Setelah menuntut ilmu di SMA/SMK atau Universitas, tentunya kita ingin langsung memperoleh pekerjaan yang diinginkan. Caranya adalah dengan melamar pekerjaan baik secara langsung maupun melalui pos atau daring. Biasanya saat melamar pekerjaan, kita harus menyiapkan berbagai hal yang dibutuhkan seperti surat lamaran pekerjaan dan berbagai dokumen yang diperlukan seperti fokotopi kartu tanda pengenal, fotokopi ijazah terakhir, fotokopi transkrip nilai, surat keterangan kesehatan, surat keterangan kelakukan baik, pas foto, dan daftar riwayat hidup.

Apakah yang dimaksud dengan daftar riwayat hidup?

Daftar riwayat hidup adalah data pribadi yang berisi catatan seluruh latar belakang kehidupan seseorang, baik pendidikan, pekerjaan, hobi, keluarga, prestasi yang pernah diraih, kesehatan, penghargaan, dan lain-lain. Daftar riwayat hidup juga dimaknai sebagai dokumen tertulis yang berisi intisari data pribadi, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, jenis penghargaan yang pernah diraih, jenis prestasi yang pernah dicapai, pengalaman berorganisasi, kegiatan atau pelatihan yang pernah diikuti, keterampilan yang dimiliki atau kemampuan yang dikuasai. Dalam penulisannya kerap diakhiri atau ditutup dengan tanda tangan dan nama terang.

Ketika kita ingin melamar pekerjaan, penulisan daftar riwayat harus diperhatikan dengan baik karena tak jarang seseorang gagal diterima bekerja karena daftar riwayat hidup yang tidak sesuai dengan harapan perusahaan. Misalnya, perusahaan meminta pelamar untuk menulis surat lamaran dan daftar riwayat hidup dalam bahasa asing. Sebagai pelamar harus mengikuti apa yang diinginkan oleh perusahaan. Karena itu, penulisan daftar riwayat hidup harus memperhatikan bahasa yang digunakan.

Untuk daftar riwayat hidup berbahasa Indonesia, bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia baku yang mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Begitu pula dengan daftar riwayat hidup berbahasa asing, bahasa yang digunakan hendaknya sesuai dengan kaidah ejaan bahasa asing yang berlaku. Baik daftar riwayat hidup berbahasa Indonesia maupun berbahasa asing hendaknya menggunakan bahasa yang baik dan benar, menggunakan kata-kata yang sopan, tulisan bersih, dan mudah dibaca. Untuk itu, kita perlu mengetahui dan memahami tata cara penulisan daftar riwayat hidup yang baik dan benar sekaligus menarik. Selain itu, kita juga perlu memahami berbagai unsur yang terdapat dalam daftar riwayat hidup agar peluang untuk diterima bekerja di perusahaan yang diinginkan menjadi lebih besar.

Unsur-unsur daftar riwayat hidup

Daftar riwayat hidup memiliki beberapa unsur penting seperti data pribadi, riwayat pendidikan, pengalaman bekerja, pengalaman berorganisasi, pengalaman dalam berbagai kegiatan, seminar, pelatihan, dan kursus yang pernah diikuti, keterampilan atau kemampuan yang dimiliki, dan prestasi yang pernah diraih. Berikut adalah ulasan singkatnya.

1. Data pribadi

Unsur pertama yang terdapat dalam daftar riwayat hidup adalah informasi mengenai data diri yang meliputi nama, tempat dan tanggal lahir, alamat sesuai tanda pengenal atau alamat surat, pendidikan terakhir, alamat surat elektronik, dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Informasi mengenai data pribadi sangat penting guna memudahkan perusahaan menghubungi calon pegawai yang telah dipilih.

2. Riwayat pendidikan

Riwayat pendidikan berisi informasi mengenai jenjang pendidikan formal yang pernah diikuti. Penulisan riwayat pendidikan biasanya diawali dari pendidikan terendah hingga pendidikan tertinggi. Penulisan riwayat pendidikan hendaknya disertai dengan awal tahun masuk sekolah dan tahun kelulusan serta nilai akademis yang diraih. Untuk lulusan SMA/SMK, beberapa perusahaan mensyaratkan nilai akademis Ujian Nasional baik jumlah keseluruhan mapun atau untuk mata pelajaran tertentu. Sedangkan untuk lulusan perguruan tinggi mensyaratkan Indeks Prestasi Kumulatif. Riwayat pendidikan pelamar sangat penting bagi perusahaan karena perusahaan dapat dengan mudah mengetahui kesesuaian kemampuan akademis dengan kebutuhan perusahaan.

3. Pengalaman bekerja

Unsur daftar riwayat hidup berikutnya adalah pengalaman bekerja. Saat menulis daftar riwayat hidup, hendaknya dicantuman pengalaman bekerja jika memang pelamar pernah bekerja sebelumnya. Cara penulisan pengalaman bekerja tidak berbeda dengan cara penulisan riwayat pendidikan yakni jenis pekerjaan yang pernah dilakukan disertai dengan gambaran pekerjaan dan tahun bekerja. Perbedaannya adalah penulisan pengalaman bekerja disusun secara terbalik, diawali dari jenis pekerjaan yang dilakukan terakhir kali dan diakhiri dengan jenis pekerjaan yang dilakukan pertama kali. Hal ini untuk memudahkan perusahaan mengetahui pengalaman bekerja yang termutakhir dan jumlah total pengalaman bekerja yang dimiliki. Semakin banyak pengalaman bekerja yang dimiliki maka semakin banyak pula ilmu yang diperoleh.

4. Pengalaman berorganisasi

Selain pengalaman bekerja, pengalaman berorganisasi baik di dalam maupun di luar lingkungan akademis kerap menjadi syarat yang harus dipenuhi oleh pelamar ketika melamar pekerjaan. Umumnya, syarat ini diperuntukkan bagi para lulusan baru yang belum memiliki pengalaman kerja. Pengalaman berorganisasi sangat penting bagi pelamar kerja karena pengalaman berorganisasi menunjukkan kemampuan pelamar kerja untuk dapat bekerja sama dengan orang lain dan bertanggung jawab terhadap apa yang menjadi tugasnya. Untuk itu, dalam penulisan pengalaman berorganisasi hendaknya dicantumkan nama organisasi yang diikuti, jabatan yang pernah diemban, dekripsi jabatan, dan masa bakti di dalam organisasi yang bersangkutan.

5. Pengalaman dalam berbagai kegiatan

Selain pengalaman berorganisasi, unsur lain yang terdapat dalam daftar riwayat hidup adalah pengalaman dalam berbagai kegiatan. Ketika kita sekolah atau kuliah biasanya ada berbagai macam kegiatan yang memiliki struktur kepanitiaan tersendiri. Pengalaman menjadi salah satu panita kegiatan ini dapat memberikan pengalaman bekerja dalam sebuah tim. Karena itu, sebagaimana menulis pengalaman berorganisasi, pengalaman kepanitiaan juga hendaknya ditulis dengan lengkap nama kegiatan yang dimaksud, posisi yang diemban, gambaran posisi, serta masa kepaitiaan itu berlangsung.

6. Seminar, pelatihan, dan kursus yang pernah diikuti

Unsur lainnya yang terdapat dalam daftar riwayat hidup adalah seminar, pelatihan, dan kursus yang pernah diikuti. Kegiatan-kegiatan ini perlu dicantumkan dalam daftar riwayat hidup karena dapat memberikan nilai tambah serta menjukkan keterampilan serta ilmu yang dimiliki. Cara penulisannya tidak berbeda dengan riwayat pendidikan atau pengalaman bekerja yakni disusun secara terbalik dengan kegiatan terakhir dicantumkan terlebih dahulu dan diakhiri dengan kegiatan yang pertama kali dilakukan. Selain itu, durasi waktu selama mengikuti seminar, pelatihan, dan kursus pun perlu dicantumkan.

7. Keterampilan atau kemampuan yang dimiliki

Unsur berikutnya dalam daftar riwayat hidup adalah keterampilan atau kemampuan yang dimiliki. Misalnya, keterampilan berkomunikasi, kemampuan berbahasa asing, serta kemampuan menggunakan teknologi. Hal ini diperlukan mengingat pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang notabene banyak menggunakan bahasa asing. Selain itu, kemampuan berbahasa asing dapat menunjang kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain yang berasal dari negeri seberang.

8. Prestasi yang pernah diraih

Hal penting lainnya yang perlu dicantumkan dalam daftar riwayat hidup adalah prestasi yang pernah diraih oleh pelamar. Hal ini perlu agar perusahaan mengetahui potensi lain yang dimiliki oleh pelamar sehingga dapat dikembangkan oleh perusahaan melalui pendidikan dan latihan. Apalagi jika prestasi yang pernah diraih oleh pelamar dapat memberikan kontribusi positif bagi perusahaan.

Tips menulis daftar riwayat hidup

Agar dapat diterima bekerja di perusahaan yang diinginkan, daftar riwayat hidup perlu dibuat semenarik mungkin namun tidak berlebihan. Berikut adalah beberapa tips menulis daftar riwayat hidup yang baik dan benar sebagaimana disarikan dari berbagai sumber.

  • Hindari menulis “Daftar Riwayat Hidup” sebagai judul
    Tips pertama menulis daftar riwayat hidup yang tepat adalah dengan tidak menulis judul “Daftar Riwayat Hidup” pada daftar riwayat hidup yang dibuat.
  • Jangan basa-basi
    Ketika menulis daftar riwayat hidup hendaknya tidak bertele-tele dan terlalu basa-basi karena perusahaan cenderung lebih menyukai daftar riwayat hidup yang singkat, padat, dan jelas. Hal ini juga menunjukkan bahwa perusahaan lebih menyukai pelamar yang lugas dan tidak berlebihan menceritakan dirinya dalam daftar riwayat hidup. Karena itu, sebaiknya menulis daftar riwayat hidup dengan singkat walapun prestasi yang diraih atau pengalaman kerja yang dimiliki tidak sedikit.
  • Menyesuaikan riwayat pendidikan dengan posisi yang dilamar
    Ketika melamar pekerjaan, hendaknya menyesuaikan dengan posisi yang dilamar. Dan karena itu, daftar riwayat hidup yang ditulis juga hendaknya memuat riwayat pendidikan yang sesuai dengan posisi yang dilamar. Kesesuaian ini sangat penting bagi perusahaan karena dapat menujukkan apakah kemampuan yang dimiliki oleh pelamar sesuai dengan jenis pekerjaan yang ditawarkan atau tidak. Misalnya, untuk menjadi dosen Ilmu Komunikasi, latar belakang pendidikan yang dibutuhkan adalah minimal S2 ilmu Komunikasi.
  • Menggunakan pas foto yang resmi
    Dalam daftar riwayat hidup biasanya terpasang pula pas foto sang pelamar. Sebaiknya, pas foto yang digunakan adalah pas foto diri dengan menggunakan pakaian resmi, rapi, dan dalam pose tersenyum. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan bagian Sumber Daya Manusia melihat pribadi sang pelamar melalui foto yang dilampirkan. Untuk itu, hendaknya jangan melampirkan foto diri dengan menggunakan baju tidak resmi, tidak rapi, dan bebas seperti foto selfi.

Contoh
Berikut adalah contoh Daftar Riwayat Hidup dalam bahasa Indonesia.

A. DATA DIRI
1 Nama lengkap Mawar Wangi
2 Tempat Lahir / Tgl. Lahir Jakarta, 29 Februari 1992
3 Jenis Kelamin Wanita
4 Alamat Rumah Jalan Taman Bunga No. 1 Bandung
5 Pendidikan Terakhir S1-Ilmu Komunikasi
6 Email mawar92@mymail.com
7 Telepon/HP +628000000000
8 Kegemaran (Hobby) Membaca, menulis
B. RIWAYAT PENDIDIKAN
1 1998 – 2004 SDN Sabang Bandung
2 2004 – 2007 SMPN 1 Bandung
3 2007 – 2010 SMAN 1 Bandung
4 2010 – 2015 UNIKOM Bandung
C. RIWAYAT PEKERJAAN
1 2015 – 2018 Staf Humas di PT Maju Sekali, Bandung
E. PENGALAMAN BERORGANISASI
1 2013-2014 Ketua HIMA Humas
F. KURSUS/LATIHAN/SEMINAR
1 2010 – 2015 Bahasa Inggris
2 2010 – 2015 Bahasa Perancis
G. KETERAMPILAN YANG DIMILIKI
1 Menguasai MS Office
H. PRESTASI YANG PERNAH DIRAIH
1 2005 Juara 1 Lomba Pidato Antar Kelas SMPN 1 Bandung
Demikian Daftar Riwayat Hidup ini saya buat dengan sesungguhnya, dan apabila dikemudian hari terdapat keterangan yang tidak benar, saya bersedia dituntut di muka pengadilan.

………………………, ………………………………..

Yang membuat

(……………………………………………….)

Demikianlah ulasan singkat tentang contoh Daftar Riwayat Hidup dalam bahasa Indonesia. Artikel lain yang dapat dibaca di antaranya adalah contoh surat lamaran kerjajenis-jenis karangan ilmiah, jenis-jenis karangan semi ilmiah, jenis-jenis karangan non ilmiah, tata cara penulisan gelar, tata cara penulisan catatan kaki, cara penulisan daftar pustaka, contoh catatan kaki dan daftar pustaka, contoh kutipan langsung dan tidak langsung dan contoh kata pengantar. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Categories: Pelajaran Umum
Ambar: