125 Contoh Kalimat Tunggal dan Penjelasannya

Kalimat merupakan satuan terkecil bahasa yang mengungkapkan pikiran secara utuh secara kebahasaan, definisi tersebut diambil dari Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Untuk memaknainya secara tepat, ketika mengucapkan suatu kalimat digunakan suara yang naik turun, lemah  lembut, disela dengan jeda, serta intonasi di akhir kalimat. Sedang untuk memaknai kalimat tertulis, digunakan tanda baca yang mewakili  cara pengucapan atau intonasi.

Kalimat memiliki beberapa jenis yang membedakannya satu sama lain. Pembagian jenis jenis kalimat didasarkan pada 1) pengucapan; 2) jumlah frasa atau struktur gramatikal; 3) isi atau fungsi; 4) unsur kalimat; 5) pola subjek – predikat; 6) gaya penyajian; dan 7) subjeknya. Salah satu jenis kalimat adalah kalimat tunggal. Apa itu kalimat tunggal? Artikel kali ini akan membahas secara keseluruhan tentang  pengertian, ciri – ciri, jenis – jenis, serta contoh kalimat tunggal.

Pengertian Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal merupakan kalimat yang hanya terdiri dari satu struktur penyusun kalimat. Kalimat tunggal sekurang – kurangnya terdiri atas unsur subjek dan unsur predikat. Namun, tidak menutup kemungkinan suatu kalimat tunggal memiliki pola ‘subjek – predikat – objek’ (SPO), ‘subjek – predikat – objek – keterangan’  (SPOK), ‘subjek – predikat – objek – pelengkap’ ( SPOPel), ‘subjek – predikat – pelengkap’ (SPPel), ‘subjek – predikat – objek – keterangan – pelengkap’ (SPOKPel), dan lain sebagainya dengan catatan kalimat yang terbentuk hanya menyajikan satu peristiwa.

Ciri – Ciri Kalimat Tunggal

Untuk membedakan kalimat tunggal dari jenis kalimat lain, kalimat tunggal memiliki beberapa ciri – ciri, di antaranya sebagai berikut,

  1. Kalimat tunggal hanya memiliki satu peristiwa pokok.

Kalimat tunggal hanya akan menyajikan atau menyampaikan atau menjelaskan satu persitiwa saja.

Contoh:

  • Anna membaca buku (Satu peristiwa)
  • Anna membaca buku dan majalah (Dua peristiwa, yakni ‘Anna membaca buku’ dan ‘Anna membaca majalah’)
  • Syifa membeli Roti (Satu peristiwa)
  • Syifa pergi ke salon dan membeli Roti (Dua peristiwa, yakni ‘Syifa pergi ke Salon’ dan Syifa membeli Roti’)
  • Zulia mengenakan baju merah (Satu peristiwa)
  • Zulian mengenakan baju merah sembari menenteng tas hitam (Dua peristiwa, yakni ‘Zulia mengenakan baju merah’ dan  ‘Zulian menenteng tas hitam’)
  • Mereka mencetak gol ke gawang lawan (Satu peristiwa)
  • Mereka melakukan selebrasi dan penonton menyambutnya dengan riuh (Dua peristiwa, yakni ‘mereka melakukan selebrasi’ dan ‘penonton menyambut selebrasi yang mereka lakukan dengan riuh’)
  • Ashita memintal benang wol (Satu peristiwa)
  • Ashita memintal benang wol dan sutra (Dua peristiwa, yakni ‘Ashita meminta benang wol’ dan ‘Ashita memintal benang sutra’)
  1. Kalimat tunggal hanya memiliki satu struktur penyusun kalimat.

Artinya, suatu kalimat tunggal hanya memiliki satu struktur penyusun kalimat saja, yakni hanya ‘SP’ saja, ‘SPO’ saja, dan lain sebagainya. Dengan kata lain kalimat tunggal hanya memiliki satu subjek, satu predikat, dan  satu objek saja.

Contoh :

  • Andi    bermain    bola (benar)

    S            P           O

  • Andi  bermain  bola  tapi  menangis  di  tengah  permainan (salah)

    S          P       O    Konj      P                             Ket

  • Ayah tidur (benar)

    S      P

  • Ayah tidur, Adik terbangun (salah)

    S      P     O         P

  • Risya  bermain  voli (benar)

    S          P         O

  • Risya  bermain  voli  dan  terjatuh (salah)

    S          P        O    Konj      P

  • Bola  itu  ditendang  Andi (benar)

    S               P           O

  • Bola itu  ditendang  Andi  dan  melayang  di udara   (salah)

    S               P         O     Konj        P           Ket

  • Permainan itu  berjalan  menarik,  namun  kasar (salah)

    S                       P          Ket      Konj      Ket

  1. Kalimat tunggal tidak mengenal penggunaan konjungsi atau kata hubung serta tanda baca koma (,).

Kalimat tunggal merupakan kalimat yang hanya mempunyai satu bagian penyusun kalimat dan satu struktur saja. Penggunaan konjungsi atau kata hubung serta tanda baca koma (,) merupakan salah satu ciri kalimat majemuk untuk membedakan antara induk kalimat dan anak kalimat.

Contoh :

  • Aku mengetik cerita (kalimat tunggal)
  • Aku mengetik cerita ketika ayah datang (kalimat majemuk)
  • Aku mengetik cerita, ayah datang (kalimat majemuk)
  • Suminah anak kedua (kalimat tunggal)
  • Suminah anak kedua sehingga ia dimanja (kalimat majemuk)
  • Suminah anak kedua, ia dimanja orang tua (kalimat majemuk)
  • Aku membenci tikus (kalimat tunggal)
  • Aku membenci tikus sedangkan  ia membenci kucing (kalimat majemuk)
  • Aku membenci tikus, ia membenci kucing (kalimat majemuk)

Jenis – Jenis Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal memiliki beberapa jenis kalimat berdasarkan predikat yang terkandung di dalamnya. Berdasarkan predikatnya, kalimat tunggal dibedakan menjadi kalimat tunggal nominal, kalimat tunggal adjektiva, kalimat tunggal verbal, kalimat tunggal preposional, dan  kalimat tunggal numeral. Berikut ini ulasan tentang jenis jenis kalimat tunggal berdasarkan predikat yang melekat padanya,

  1. Kalimat Tunggal Nomina

Kalimat tunggal nomina merupakan kalimat tunggal yang predikatnya berupa kata benda. Berikut ini beberapa contoh kalimat tunggal nomina,

  • Ayah seorang polisi (kata benda = seorang polisi)
  • Dewi anak yang manja (kata benda = anak yang manja)
  • Orang yang merangkak itu Rudi (kata benda = Rudi)
  • Brangkas tempat untuk menyimpan uang dan emas (kata benda = tempat untuk menyimpan uang dan emas)
  • Sasu seorang CEO muda di Indonesia (kata benda = CEO muda)
  • Andriana anak yang pemberani (kata benda = anak yang pemberani)
  • Zia adalah mayoret kelompok Marching Band itu (kata benda = mayoret)
  • Mereka siswa SMA 2 Nusantara (kata benda = siswa SMA 2 Nusantara)
  • Teguh seorang perwira polisi (kata benda = seorang perwira polisi)
  • Ramadhan merupakan bulan yang suci (kata benda = bulan yang suci)
  1. Kalimat Tunggal Adjektiva

Kalimat tunggal adjektiva merupakan kalimat tunggal yang predikatnya berupa kata sifat. Berikut ini beberapa contoh kalimat tunggal adjektiva,

  • Dewi ceria setiap hari (kata sifat = ceria)
  • Dia mudah sekali tersinggung (kata sifat = mudah sekali tersinggung)
  • Pantai itu benar – benar cantik (kata sifat = benar – benar cantik)
  • Gedung itu sangat kotor (kata sifat = sangat kotor)
  • Kisah mereka itu sedih sekali (kata sifat = sedih sekali)
  • Kayu itu mudah patah (kata sifat = mudah patah)
  • Pekarangan rumahnya sangat luas (kata sifat = sangat luas)
  • Menara itu lebih tinggi dari Eiffel (kata sifat = lebih tinggi dari Eiffel)
  • Hukum alam itu kejam (kata sifat = kejam)
  • Perpisahan itu pedih sekali (kata sifat = pedih)
  1. Kalimat Tunggal Verbal

Kalimat tunggal verbal merupakan kalimat tunggal yang predikatnya berupa kata kerja. Berikut ini beberapa contoh kalimat tunggal verbal,

  • Andi membaca buku (kata kerja = membaca)
  • Siana berlari di lapangan (kata kerja = berlari)
  • Siwan mengerjakan tugas di perpustakaan kampus (kata kerja = menyerjakan)
  • Bumi berotasi (kata kerja = berotasi)
  • Bola itu berputar di udara (kata kerja = berputar)
  • Dika menyapa setiap orang yang dilewatinya (kata kerja = menyapa)
  • Menara Pisa bergerak semakin miring (kata kerja = bergerak)
  • Sonia membaca jurnal harian sekolahnya kembali (kata kerja = membaca)
  • Singa itu mati kelaparan (kata kerja = mati kelaparan)
  • Impala itu berlari dari kejaran singa (kata kerja = berlari)
  1. Kalimat Tunggal Numerial

Kalimat tunggal jenis ini merupakan kalimat tunggal yang memiliki predikat berupa kata bilangan atau hitungan. Berikut ini adalah beberapa contoh kalimat tunggal numerial

  • Pembangunan gedung itu lima tahun (kata numerial = lima tahun)
  • Waktunya berhari – hari untuk menyelesaikan satu misi (kata numerial = berhari – hari)
  • Ulang tahun Indonesia ke – 72 (kata numerial = ke-72)
  • Balonku lima (kata numerial = lima)
  • Sepatu Anna 32 pasang (kata numerial = 32 pasang)
  • Untuk sampai disini, waktunya berhari – hari (kata numerial = berhati – hari)
  • Coklatnya tiga biji (kata numerial = tiga biji)
  • Ulang tahun Chusni ketujuh belas (kata numerial = tujuh belas)
  • Umur bangunannya berabad – abad (kata numerial = berabad – abad)
  • Anak kucingnya  tiga (kata numerial  = tiga)
  1. Kalimat Tunggal Preposional

Jenis kalimat tunggal ini merupakan jenis kalimat tunggal yang  memiliki predikat berupa kata depan. Berikut ini merupakan beberapa contoh kalimat tunggal preposional,

  • Aku di depan gedung (kata depan = di)
  • Banjirnya ke arah selatan (kata depan = ke)
  • Anginnya ke arah Tenggara (kata depan =ke)
  • Bolannya di belakang rumah (kata depan = di)
  • Rumahnya di sebelah kanan gedung itu (kata depan = di)
  • Majalah itu tentang  fesyen (kata depan = tentang)
  • Kerudungnya di jok mobil (kata depan = di)
  • Aku ke arah terminal (kata depan = ke)
  • Tsunami dari arah Samudra Hindia (kata depan = dari)
  • Aku dari pasar (kata depan = dari)

Contoh Kalimat Tunggal

Tadi telah dijelaskan mengenai pengertian, ciri – ciri, serta jenis – jenis dari kalimat tunggal. Namun , perlu digarisbawahi jika poin utama dari kalimat tunggal adalah menceritakan satu peristiwa. Untuk memahaminya secara lebih mudah berikut ini contoh contoh lain dari kalimat tunggal :

  1. Ari naik sepada.
  2. Agribisnis 50 juara pertama lomba aeobik se-FEM.
  3. Ayu menjadi lulusan terbaik IPB tahun 2017.
  4. Dia sudah mampu mandiri secara finansial.
  5. Ibunya adalah seorang dokter.
  6. Arya membeli telur di minimarket.
  7. Rumah itu roboh.
  8. Hujan mengacaukan sinyal internet.
  9. Ini adalah pemadaman bergilir keempat kalinya minggu ini.
  10. Mobilnya berwarna silver.
  11. Aku menaruh majalah di atas meja.
  12. Aji mendapatkan pekerjaan yang bagus di perusahaan multi-nasional.
  13. Sertifikat rumah atas nama Sriganda.
  14. Orang itu berdiri di sana sejak tadi.
  15. Kakaknya meninggal.
  16. Riana pergi ke pasar.
  17. Ayah dari kota.
  18. Ayah membawakanku boneka.
  19. Kesang bermain bola.
  20. Mobilnya menabrak mobil parkir di depan kompleks
  21. Agung memberikan selamat padaku.
  22. Hari ini aku bahagia.
  23. Kucingnya beranak lima.
  24. Ibu pergi ke kantor.
  25. Ayah mengantar ibu ke pasar.
  26. Gajinya tiap bulan setara satu buah rumah.
  27. Aku makan roti.
  28. Roti itu busuk.
  29. Roti itu kubuang ke tempat sampah.
  30. Aceng membawakanku sesuatu dari Semeru.
  31. Mobilnya bergerak maju.
  32. Teknologi yang mereka gunakan merupakan yang paling mutakhir.
  33. Dia anak yang riang.
  34. IPK-nya 3.8 dari 4.00.
  35. Balonku lima.
  36. Jabbar membelikannya untukku.
  37. Kami bersenang-senang di taman bermain siang itu.
  38. Dia semakin ayu dengan senyum di wajahnya.
  39. Raut mukanya nampak lebih bahagian dari sebelum – sebelumnya.
  40. Kejadian tersebut mebuat Rifqy tersadar.
  41. Ia tidak terlalu menyukai kedekatan mereka.
  42. Akhirnya Rifqy mengetahui perasaannya.
  43. Alfiansyah juara renang.
  44. Agribisnis 50 menjadi juara umum The 10th
  45. Aku benar – benar mengantuk.
  46. Dia menyelesaikan tugasnya tepat pada waktunya.
  47. Dia memang anak yang cerdas.
  48. Rumahnya di belakang kebun raya.
  49. Sebelah kanan rumahnya ada sebuah TK.
  50. Mereka memilih tinggal di pinggiran Jakarta.
  51. Jarak rumah mereka yang sekarang lebih dekat ke tempat kerja.
  52. Shiana merupakan anak mereka berdua.
  53. Shiana sekarang sedang menantikan adiknya lahir ke dunia.
  54. Sikapnya yang mandiri membuat orang – orang kagum padanya.
  55. Ibunya menyemangati gadis itu di garis finish.
  56. Mereka bersorak menyambut kemenangan timnas Indonesia di ajang AFF.
  57. Aku menyerah.
  58. Aku merasa sendirian lagi di rumah.
  59. Dia datang menemaniku sampai pagi setelah insiden pencurian tadi.
  60. Kedatangan pencuri membuat Seti trauma.
  61. Beruntung keadaannya baik – baik saja.

  1. Aku dapat melihat raut kesedihannya.
  2. Ariana mendapat tepuk tangan meriah dari penontin.
  3. Rifqy mengantarkanku pulang hari ini.
  4. Kami menghabiskan waktu bersama lebih lama dari sebelumnya.
  5. Ia membawakanku bunga.
  6. Ia mengaku jika selama ini hanya berpura – pura tidak peduli.
  7. Aku senang mendengar pengakuannya.
  8. Kami memutuskan menikah tahun depan.
  9. Orang tuanya menerimaku apa adanya.
  10. Kami sekeluarga bersuka cita.
  11. Zahra lulus dengan nilai memuaskan.
  12. Ia melewati ujian dengan lancar.
  13. Putri mendapat sorotan di pertunjukan itu.
  14. Penampilannya memukau semua orang.
  15. Tidak ada yang menyangka ia akan sebagus itu.
  16. Dia tampak cantik sekali malam ini.
  17. Semua orang berebut berfoto.
  18. Ia menjadi bintang malam ini
  19. Aku mendapatkan tawaran menarik dari perusahaan itu.
  20. Mereka menawariku sebagai menajer.
  21. Mereka melihat hasil skripsi yang kukerjakan.
  22. Mereka senang dengan karya tulis tersebut.
  23. Sebuah penerbit tertarik menerbitkan bukuku.
  24. Mereka melihat contoh dari blog-ku.
  25. Buku pertamaku berjudul Rindu.
  26. Kami merayakan kesuksesan bukuku.
  27. Tia menyumbangkan sebagian rezekinya ke tempat yatim piatu.
  28. Tia dikenal baik orang-orang.
  29. Ia merupakan orang yang dermawan.
  30. Semua satpam kampus mengenal Utami.
  31. Ia mengawali karir musiknya dengan bagus.
  32. Aji bukan lagi sosok pemalu seperti sebelumnya.
  33. Kini, ia adalah bintang kesayangan penggemarnya.
  34. Azhila membawa tas yang terbuat dari kulit harimau asli.
  35. Mereka membawa kabur tasnya.
  36. Aji memenangi lomba penulisan karya ilmiah.
  37. Tulisannya dihargai sangat tinggi oleh juri.
  38. Lomba itu memberikan hadiah liburan ke eropa.
  39. Malam ini bulan bersinar cerah.
  40. Semua orang larut dalam kesenangan.
  41. Gadis itu nampak menikmati musik.
  42. Badannya bergerak seirama.
  43. Nampak beberapa pria kagum melihatnya dari jauh.
  44. Ia benar – benar menyita perhatian sekelilingnya.
  45. Kini ia tidak hanya terkenal lewat otak cerdasnya.
  46. Kini ia juga dikenal sebagai perempuan mempesona.
  47. Ayu mengakhiri kisah bahagianya.
  48. Karyanya terpilih menjadi 10 karya terbaik.
  49. Orang-orang terpesona dengan dirinya hari ini.
  50. Hidupnya kini lebih baik dari sebelumnya.
  51. Suatu hari, Aria datang menemui Laisha.
  52. Mereka duduk bersebelahan di dalam trem.
  53. Hari ini hari wawancara ketua departemen HIPMA.
  54. Aku memberinya uang lima ribu rupiah.
  55. Nabilla memberiku kripik.
  56. Pria itu lebih tua setahun darinya.
  57. Aria menyelesaikan tesisnya.
  58. Paman datang membawa oleh – oleh.
  59. Aku mengunjungi musium Van Gogh.
  60. Wafir jago bermain gitar.
  61. Aku ingin menjadi lebih baik lagi.
  62. Tangannya penuh dengan buket bunga dan hadiah wisuda.
  63. Ayu tak sengaja bertemu Jabbar di konser.
  64. Mereka akhirnya memilih untuk bergabung.

 

Demikianlah bahasan di atas yang mengulas tentang contoh kalimat tunggal dan penjelasannya, semoga artikel ini bermanfaat.

, , , , , , ,
Post Date: Tuesday 29th, November 2016 / 03:27 Oleh :
Kategori : Kalimat