Sponsors Link

3 Jenis-Jenis Kalimat Mayor dalam Bahasa Indonesia

Sponsors Link

Salah satu di antara jenis-jenis kalimat yang ada adaah kalimat mayor. Kalimat ini merupakan kalimat yang di dalamnya mempunyai minimal dua unsur kalimat. Adapun unsur kalimat yang minimal harus ada di dalam kalimat mayor adalah Subjek (S) dan Predikat (P). Seperti pada beberapa jenis kalimat lainnya, jenis kalimat ini juga terbagi lagi menjadi beberapa jenis. Khusus untuk artikel kali ini, jenis-jenis dari kalimat mayor tersebut akan dibahas khusus beserta dengan contoh-contohnya. Pembahsan tersebut adalah sebagai berikut ini!

1. Kalimat Mayor S-P

Jenis kalimat mayor yang pertama adalah kalimat mayor S-P. Kalimat ini merupakan kalimat mayor yang mempunyai dua unsur dasar dalam sebuah kalimat, yaitu Subjek (S) dan juga Predikat (P). Bisa dibilang kalau kalimat ini merupakan kalimat mayor paling sederhana, karena hanya berisi dua unsur kalimat saja.

Contohnya:

  • Kucing itu melompat. (S: kucing itu, P; melompat)
  • Adik sedang belajar. (S: adik, P: sedang belajar)
  • Para petani sedang mencangkul. (S: para petani, P: sedang mencangkul)
  • Risa sdang menenun. (S: Risa, P: sedang menenun)
  • Pak Johan sedang bekerja. (S: Pak Johan, P: sedang bekerja)
  • Bibi sedang memasak. (S: bibi, P: sedang memasak)
  • Pak guru tengah mengajar. (S: pak guru, P: tengah mengahar)

2. Kalimat Mayor S-P-O

Jenis kalimat mayor selanjutnya adalah kalimat mayor S-P-O. Seperti namanya, kalimat ini merupakan kalimat mayor yang terdiri atas unsur subjek (S) dan Predikat (P) yang disertai dengan unsur kalimat lainnya, yaitu Objek (O). Untuk mengetahui seperti apa bentuk jenis kalimat ini, berikut ditampilkan beberapa contoh di antaranya!

  • Para petani sedang menanam padi. (S: para petani, P: sedang menanam, O: padi)
  • Anak-anak sedang memetik buah mangga. (S: anak-anak, P: sedang memetik, O: buah mangga)
  • Rahmi sedang mengerjakan tugas sekolah. (S: Rahmi, P: sedang mengerjakan, O:: tugas sekolah)
  • Kucing itu melompati pagar. (S: kucing itu, P: melompati, O: pagar)
  • Ani membeli buku. (S: Ani, P: membeli, O: buku)
  • Ayah sedang membaca koran. (S: ayah, P; sedang membaca , O: koran)
  • Bibi sedang mencuci pakaian. (S: bibi, P: sedang mencuci, O: pakaian)

3. Kalimat Mayor S-P-O-K

Jenis kalimat mayor yang terakhir adalah kalimat mayor S-P-O-K. Bisa dibilang jika kalimat ini merupakan kalimat mayor yang mempunyai hampir semua unsur-unsur kalimat dalam bahasa Indonesia. Adapun unsur-unsur tersebut antara lain Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), dan Keterangan (K). Untuk mengetahui seperti apa bentuk kalimat ini, berikut ditampilkan beberapa contoh di antaranya!

  • Bibi sedang mencuci piring di dapur. (S: bibi, P: sedang mencuci, O: piring, K: di dapur)
  • Paman membawa oleh-oleh dari Semarang. (S: paman, P: membawa, O: oleh-oleh, K; dari Semarang)
  • Rina membeli buku di toko buku itu. (S: Rina, P: membeli, O: buku, K; di toko buku itu)
  • Toni membawa sepeda motor miliknya ke bengkel. (S: Toni, P: membawa, O: sepeda motor miliknya, K: ke bengkel)
  • Ade mengirim surat lamaran kerja ke perusahaan itu. (S: Ade, P: mengirim, O: surat lamaran kerja, K: ke perusahaan itu)
  • Ratna mengembalikan dompet itu ke pemiliknya. (S: Ratna, P: mengembalikan, O: dompet itu, K: ke pemiliknya)
  • Tantri menanam bunga di halaman belakang. (S: Tantri, P: menanam, O: bunga, K: di halaman belakang)

Demikianlah pembahasan mengenai jenis-jenis kalimat mayor dalam bahasa Indonesia. JIka pembaca ingin menambah referensi soal kalimat, maka pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut, yaitu: contoh kalimat tanya apa dan siapa; contoh kalimat akronim, kalimat minor dan kalimat mayor; contoh kalimat pasif zero; serta artikel contoh kalimat deklaratif negatif. Sekian dan terima kasih.

, , , , , , , ,
Post Date: Thursday 21st, June 2018 / 07:42 Oleh :
Kategori : Kalimat