Sponsors Link

14 Jenis Jenis Karangan – Pengertian – Contoh

Sponsors Link

Mengarang identik dengan imajinasi seseorang yang kemudian dirangkai untuk menghasilkan sebuah gagasan yang dapat dinikmati oleh umum. Hasil dari rangkaian gagasan tersebut bisa bermacam-macam bergantung proses penciptaannya. Beberapa bisa setuju bahwa “karangan”( hasil dari mengarang) yang dikenal publik adalah bentuk tulisan, serta karya-karya ilmiah akademisi. Namun, mengarang dalam hal ini tidak cukup hanya tulis saja, tetapi juga termasuk bentuk lisan seperti pidato dan orasi secara langsung.

Hasil dari proses mengarang adalah sebuah karangan, suatu bentuk lain dari gagasan yang semula hanya imajiner menjadi bentuk nyata visual. Pada dasarnya baik visual audio (pidato, orasi) maupun tulisan (skripsi, buku, cerpen) merupakan satu kesatuan ide dari pengarang. Keduanya adalah hasil dari proses penyusunan ide-ide, hanya saja berbeda cara penyampaiannya.

Pengertian Karangan

Pada pembahasan ini lebih diarahkan pada materi seputar bentuk karangan tulis. Karangan tertulis adalah hasil penyusunan ide mengarang yang kemudian diringkas untuk dinikmati oleh umum. Dalam KBBI , karangan diartikan sebagai hasil mengarang; cerita; buah pena. Jadi dapat diartikan bahwa karangan adalah proses pendeskripsian sebuah gagasan yang dilakukan secara formal dan terstruktur. Idealnya, karangan merupakan penjabaran dari gagasan pokok yang dimiliki pengarang dan ingin disampaikan kepada pembaca.

Pengklasifikasian Karangan

Berdasarkan jenisnya karangan terbagi menjadi tiga kategori yaitu karangan ilmiah, karangan semi ilmiah, dan karangan non ilmiah. Karangan ilmiah terdapat pada hasil karya para akademisi yang berupa skripsi, tesis, dan disertasi. Karya semi ilmiah adalah karya yang biasa dikenal dengan opini, penjabaran argumentasi, editorial, dan semacamnya. Karya non ilmiah adalah karangan yang berupa novel, cerita pendek, dan sebagainya. Pada sub bab berikut akan dipaparkan mengenai jenis jenis karangan tersebut.

1. Karangan Ilmiah

Karangan ilmiah adalah sebuah hasil tulisan yang diperoleh pengarang melalui pengamatan dan penelitian terlebih dulu. Penelitian yang dimaksud adalah penelitian yang sesuai dengan bidang keahlian tertentu yang dimiliki oleh pengarang. Hal tersebut dikarenakan, bahwa karangan ilmiah ditujukan untuk pembaca agar dapat memetik informasi akurat perihal topik karangan. Karangan ilmiah memiliki tujuan diantaranya adalah memberikan penjelasan serta informasi, mengungkapkan saran dan komentar serta kritik. Dalam fungsinya yang lain karangan ilmiah bertujuan sebagai pembuktian hipotesa atas sebuah teori yang sedang dijadikan acuan penelitian.

Dalam hal ini contohnya, seorang mahasiswa kedokteran yang tengah menempuh pendidikan tinggi diwajibkan menghasilkan karya ilmiah berupa skripsi untuk memeroleh gelar sarjana dan profesi agar bisa diakui sebagai seorang dokter. Karangan ilmiah milik mahasiswa tersebut dapat berguna bagi masyarakat yang juga sedang menempuh pendidikan dokter atau masyarakat awam yang memerlukan informasi seputar objek penelitian yang sudah diakui oleh Dikti. Demikian pula dengan para akademisi di bidang keahlian lainnya.

Karya ilmiah yang terdiri dari skripsi, tesis, dan disertasi merupakan produk mutlak pendidikan yang penyusunannya harus menggunakan kaidah baku serta dapat dipertanggungjawabkan perihal isi dan hasil penelitiannya. Perbedaan ketiga jenis jenis karangan ilmiah tersebut akan diuraikan pada pembahasan berikut.

  • Skripsi

Skripsi adalah karangan ilmiah yang wajib ditulis oleh mahasiswa sebagai bagian dari persyaratan akhir pendidikan akademisnya (KBBI, 2016). Pengertian tersebut menjelaskan bahwa skripsi memang memiliki tujuan dan tanggung jawab sebagai hasil penelitian yang dapat diakui secara akurat. Skripsi dibuat berdasarkan pendapat serta teori penunjang penelitian yang disertai data dan fakta akurat mengenai objek dan permasalahan yang diteliti. Skripsi bisa dilakukan dengan beberapa metode diantaranya, penelitian secara langsung; observasi; studi pustaka; dan penelitian laboratorium.

  • Tesis

Tesis adalah karangan ilmiah yang ditulis untuk menyelesaikan pendidikan pascasarjana dalam sebuah perguruan tinggi. Penyusunan tesis menggunakan kaidah penulisan yang dapat dinilai keabsahannya. Bobot ilmiah dalam tesis lebih tinggi jika dibandingkan dengan skripsi. Pada penyususnan tesis, mahasiswa pascasarjana dituntut mampu mengolah secara teknis baik dari segi bahasa (penggunaan istilah), penyajian table, dan bibliografi. Dalam KBBI, tesis diartikan sebagai karangan ilmiah yang ditulis untuk mendapatkan gelar magister pada sebuah universitas.

  • Disertasi

Disertasi merupakan karya ilmiah yang memangkas waktu lama pada proses penyusunannya. Hal tersebut dikarenakan, disertasi adalah karangan ilmiah dengan bobot ilmiah paling tinggi diantara skripsi serta tesis. Disertasi disusun dengan keakuratan data, penelitian, dan penemuan yang masih orisinil. Penulis disertasi diwajibkan menggunakan data valid serta analisis yang rinci. Disertasi dimaknai sebagai karangan ilmiah yang ditulis untuk memeroleh gelar doktor pada sebuah universitas (KBBI:2016). Secara umum penyusunan disertasi harus mengutamakan keabsahan penelitian, objek serta keorisinilan hipotesa yang akan dijadikan fenomena untuk mengupas permasalahan.

2. Karangan Semi Ilmiah

Karangan semi ilmiah diartikan sebagai karangan yang mengandung sebagian fakta dan sebagian lagi berupa fiksi. Karangan semi ilmiah ditulis dengan bahasa yang non formal karena penyusunannya tidak mengikuti aturan secara baku. Karangan ini disarankan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh umum agar bisa sampai pesan dari penulisnya. Beberapa contoh karangan semi ilmiah dapat dilihat pada uraian berikut.

  • Opini

Opini adalah karangan semi ilmiah yang berisi pendapat atau argumentasi dari penulis mengenai peristiwa publik yang sedang terjadi. Dengan kata lain penulis ingin mengedepankan pendapatnya untuk diketahui oleh pembaca tulisannya, karena dengan begitu pembaca bisa turut serta mempromosikan pemikiran penulis kepada pembaca yang lain.

  • Editorial

Editorial menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai artikel dalam surat kabar atau majalah yang mengungkapkan pendirian editor atau pimpinan surat kabar (majalah) tersebut mengenai beberapa pokok masalah; tajuk rencana. Dengan pengertian tersebut menggambarkan bahwa editorial merupakan pendapat dari satu pihak (perseorangan) yang mengatasnamakan surat kabar.

  • Resensi

Resensi adalah karangan semi ilmiah yang dibuat oleh seseorang untuk mengulas sebuah buku dan mengungkapkan pendapat perihal isi dari buku tersebut.

Anekdot diartikan sebagai sebuah cerita singkat yang menarik dan mengesankan, banyak anekdot yang dibuat berdasarkan cerita menarik seorang tokoh penting berdasarkan cerita yang sebenarnya.

  • Hikayat

Hikayat merupakan karya sastra lama yang dimaksudkan untuk media penghibur. Hikayat berisi cerita- cerita Melayu klasik yang berlatarbelakang historis, keagamaan, biografis dan gabungan dari ketiga hal tersebut.

  • Feature

Feature dikenal sebagai istilah dalam ilmu jurnalistik yang membahas mengenai berita hiburan. Feature biasanya berisi kabar yang bertujuan untuk media penghibur saja (berita ringan).

3. Karangan Non Ilmiah

Karangan non ilmiah adalah karangan yang dibuat dengan bahasa non formal dan mudah dimengerti pembaca. Karangan non ilmiah berisi fiksi atau kisah rekaan saja yang biasanya ditulis dengan sudut pandang subyektif oleh penulisnya. Karangan non ilmiah memiliki beberapa ciri khas dalam penulisannya antara lain :

  • Imajinatif
  • Fakta yang dibicarakan bersifat subyektif
  • Persuasif
  • Menggunakan gaya bahasa yang sudah familiar dan konotatif
  • Mendramatisir keadaan
  • Tidak menunjukan hipotesis
  • Berdasarkan fakta pribadi terkadang diselaraskan dengan historis

Beberapa tipe karangan non ilmiah diantaranya, deskripsi; narasi; argumentasi; persuasi; dan eksposisi. Kelima jenis jenis karangan non ilmiah tersebut akan dibahas pada uraian berikut.

  • Deskripsi

Karangan deskripsi adalah tulisan yang mengungkapkan secara rinci dan menyertakan berbagai bukti terkait tulisan, sehingga nantinya pembaca dapat terlibat dalam fokus tulisan.

Beberapa ciri karangan deskripsi yaitu :

  1. Objek pembicaraan diperoleh melalui pengamatan bentuk secara teliti
  2. Yang diperhatikan adalah lebih kepada perasaan daripada logika
  3. Selalu melibatkan panca indera pembacanya

Contoh karangan deskripsi :

(1) Gedung Kesenian Manik Mas yang baru saja diresmikan Senin lalu, saat ini sudah ramai dikunjungi beberapa wisatawan lokal yang ingin berfoto-foto serta melihat keindahan arsitektur didalamnya. Gedung yang didesain dengan gaya arsitektur khas Bali tersebut menelan biaya sekitar 6M selama enam bulan proses pemugaran. Dengan bentuk melingkar seperti stadion, gedung kesenian tersebut dimaksudkan memiliki tata ruang yang berfokus pada sisi tengah saja. Selain itu, penggunaan atap dari ijuk atau sabut diharapkan dapat mengurangi efek panas meskipun gedung merupakan bangunan semi indoor.

(2) Sepeda mungil berwarna pink itu dibeli Ibu sebagai hadiah ulang tahun Lina kemarin sore. Sepeda itu memioliki tinggi sekitar 80 cm dengan panjang 100 cm, berwarna pink dengan dominasi merah, warna favorit Lina. Sepeda baru milik Lina tersebut didesain dengan boncengan belakang yang sesuai dengan permintaan Lina tahun lalu. Ditambah dengan keranjang di depannya Lina terlihat sangat bahagia dan berjanji semakin giat membantu Ibunya dirumah.

  • Narasi

Narasi adalah tulisan yang didalamnya memuat rangkaian kejadian dan disusun berdasarkan urutan waktu
Ciri-ciri karangan Narasi yaitu :

  1. Menyajikan kejadian secara kronologis
  2. Menunjukan pelaku kejadian
  3. Latar belakang peristiwa dijelaskan secara rinci

Contoh karangan narasi :

(1) Peristiwa kecelakaan yang melibatkan dump truck dan sepeda motor matic yang terjadi pagi tadi (14/11) saat ini masih dalam proses evakuasi. Sopir dump truck yang terjepit diantara body depan truck mengalami patah tulang kaki dan leher yang menyebabkan lamanya proses evakuasi. Sementara korban lain yakni pengendara motor DK 5554 HJ bernama Evi Sulastri warga Jombang Jatim dinyatakan tewas saat kejadian. Peristiwa yang terjadi tepat didepan kantor kelurahan Astina Banjar Peguyangan Buleleng tersebut menurut saksi mata terjadi akibat kelalaian sopir truck yang mengantuk sehingga oleng dan menabrak pengendara motor di depannya. Hingga berita ini diturunkan penyidikan terhadap kasus kecelakaan masih berlanjut.

(2) Tepat pukul 08.00 pagi tadi, perjalanan wisata satu komplek sekolah kami dimulai. Liburan semester ini memang sengaja diisi dengan berwisata ke museum Blitar. Sejak pukul 07.00 para peserta sudah siap dengan membawa perlengkapan masing-masing seperti kamera, catatan, serta camilan untuk perjalanan. pukul 08.00, bus yang disewa sekolah sudah sampai di halaman depan sekolah. Dengan tertib kami semua menuju kursi sesuai urutan absensi kelas.

  • Argumentasi

Karangan argumentasi adalah jenis karangan yang ditulis berdasarkan pendapat dari penulis. Argumentasi menunjukan alasan yang bertujuan untuk membenarkan suatu pendapat dengan mengungkapkan data sebagai bukti. Hal tersebut dimaksudkan agar penulis memeroleh pembenaran dari pembaca.
Ciri khas karangan argumentasi diantaranya :

  1. Bertujuan untuk mengubah pandangan pembaca
  2. Meyakinkan pembaca akan kebenaran pendapat penulis
  3. Tidak subyektif
  4. Dilengkapi data atau fakta terkait agar pembaca lebih yakin

Contoh karangan argumentasi :

(1) Pembahasan mengenai perang SARA akhir-akhir ini mulai marak dibicarakan. Hal tersebut terjadi sejak demo 4 November lalu usai dilakukan sekelompok ormas yang mengatasnamakan keyakinan tertentu untuk menolak kepemimpinan dari suatu pihak. Perlukah peristiwa semacam ini terjadi?. Seharusnya sebagai masyarakat modern kita tidak perlu menanggapi perdebatan SARA yang semakin gencar dilontarkan oleh pihak-pihak yang bermaksud memecah belah persatuan dan kesatuan. Berpikir secara logika ketika di Indonesia sudah mengakui bahwa kepemimpinan dipilih secara demokratis, maka secara otomatis semua hasil dipercayakan kepada rakyat. Terlepas berasal dari kayakinan atau suku mana masyarakat tersebut. Perlunya sosialisasi gencar dari semua pihak termasuk pemerintah, aparat keamanan, hingga warga sipil terkait untuk semakin menegakkan persatuan dan kesatuan dari segi apapun, agar tercipta kerukunan yang memang menjadi cita-cita luhur Pancasila sebagai dasar NKRI.

(2) Perkembangan globalisasi pada masa ini menjadi sebuah permasalahan baru bagi pemerhati anak-anak. Hal tersebut disebabkan adanya pembebasan dalam sistem komunikasi media. Bisa kita simak saat ini banyak tontonan di televisi yang tidak tepat jika dikonsumsi oleh anak-anak. Sebagai generasi muda, pantas apabila kita turut berpartisipasi untuk mengawasi serta memberikan saran yang tepat kepada pihak media agar menyajikan tontonan yang berkualitas dan edukatif. Hal ini penting untuk meningkatkan mutu pendidikan baik mental maupun akademik bagi generasi penerus di masa mendatang.

  • Persuasi

Persuasi adalah karangan yang mengutamakan unsur pengaruh terhadap pembaca. Karangan persuasi bertujuan untuk memengaruhi pembaca agar ikut berpandangan seperti ideologi penulis. Tulisan tersebut biasanya terdapat dalam iklan, pamflet, spanduk calon wakil rakyat.

Contoh karangan persuasi :

(1) Beberapa waktu belakangan ini ramai diperbincangkan perihal desain bungkus rokok yang memuat gambar penyakit kanker dan sejenisnya. Hal tersebut terjadi bukan tanpa alasan, pemerintah melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan beberapa pihak memang menganjurkan hal tersebut agar masyarakat perokok lebih memahami bahaya merokok saat ini. Semakin tinggi angka perokok di Indonesia dapat mengakibatkan semakin mundurnya kesehatan fisik dan mental generasi selanjutnya. Jika demikian, alangkah baiknya berhenti merokok dimulai dari diri kita sendiri agar anak cucu kita lebih sehat kedepannya.

(2) Sebagian besar masyarakat Indonesia terutama yang tinggal di perkotaan pasti setuju jika sampah menjadi permasalahan besar milik bersama yang harus segera ditanggulangi. Sampah merupakan barang yang harus dibuang, dimusnahkan dengan cara yang tepat guna menjaga keseimbangan ekosistem. Limbah pemakaian bisa menjadi ancaman yang membahayakan jika tidak segera ditangani. Sebagai penghasil sampah kita juga harus turut berperan untuk menjaga keseimbangan ekosistem tersebut. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah memisahkan jenis sampah organik dan anorganik, berikutnya pemisahan tersebut akan berlanjut pada proses daur ulang yang akan berdampak pada pengolahan sampah untuk kembali dimanfaatkan.

  • Eksposisi

Karangan eksposisi disebut juga tulisan pemaparan. Karangan ini menjelaskan dan menerangkan suatu objek atau permasalahan untuk diketahui umum.
Ciri-ciri karangan eksposisi yaitu :

  1. Mengungkapkan sesuatu secara benar dan aktual, karena bertujuan untuk memberikan informasi
  2. Tidak terdapat kalimat yang memprovokasi
  3. Menunjukan pemaparan secara obyektif
  4. Terkadang juga memaparkan proses pembuatan sesuatu

Contoh karangan eksposisi :

(1) Pembuatan sari kedelai dimulai dengan merendam kedelai pilihan semalaman untuk kemudian diperas pada pagi harinya. Jangan lupa mengganti air rendaman dengan air baru yang bersih. Setelah diperas dan dihancurkan, rebus air perasan kedelai dengan menambahkan gula sesuai selera serta perisa alami (coklat, stroberi, dll). Gunakan api kecil selama proses perebusan, tunggu hingga matang dan siap dikonsumsi. Selain untuk pembentukan sel-sel baru ,karena protein yang dikandungnya, sari kedelai juga berfungsi sebagai pengatur metabolisme karena kandungan vitamin E yang dimilikinya.

(2) Canang sari adalah sebuah media sesembahan yang dihaturkan kepada Tuhan YME oleh semua umat Hindu di Bali. Penghaturan canang sari selalu disertai dengan sesembahan khas umat Hindu lainnya seperti makanan serta minuman dan dupa. Cara menyajikan canang sari sebenarnya tidak terlalu rumit karena dengan mengunakan janur atau daun kelapa yang dijarit sesuai dengan bentuk canang yang ingin dihaturkan sambil diisi dengan bunga warna-warni. Bunga-bunga tersebut terdiri dari beberapa warna, ada merah, kuning, putih, biru dan diisi pula dengan irisan daun pandan wangi. Setelah canang sari selesai dibuat, maka umat Hindu pun siap melakukan persembahyangan.

Demikian artikel mengenai jenis jenis karangan, pengertian berserta contohnya, yang dibahas lengkap mencakup tipe bahasa dan ciri-ciri penulisannya. Semoga bermanfaat!

, , , , , ,
Post Date: Tuesday 06th, December 2016 / 11:29 Oleh :
Kategori : Karangan