3 Pola Penulisan Larik Puisi Soneta dalam Bahasa Indonesia

Salah satu diantara macam-macam puisi baru berdasarkan bentuknya adalah puisi soneta. Puisi ini sendiri merupakan puisi yang jumlah barisnya harus sebanyak 14 buah. Dalam penulisannya, soneta mempunyai sejumlah pola khusus yang membagi 14 buah larik tersebut menjadi beberapa bagian. Pada artikel kali ini, kita akan mengetahui apa saja pola-pola penulisan larik yang ada di dalam suatu puisi soneta. Adapun pola-pola yang dimaksud adalah sebagai berikut ini!

1. Pola 4-4-3-3

Pola ini merupakan pola soneta yang paling dasar dari sebuah puisi soneta. Pola ini sendiri terdiri atas dua bait soneta yang masing-masing terdiri atas empat bair/larik, dan dua sisanya masing-masing harus berjumlah tiga baris. Untuk mengetahui lebih konkret bentuk pola ini, pembaca bisa melihat contoh di bawah ini!

Pagi-Pagi*
Karya: M. Yamin

Teja dan cerawat masih gemilang
Memuramkan bintang mulia raya
Menjadi padam pudar cahaya
Timbul tenggelam berulang-ulang

Fajar di timur datang menjelang
Membawa permata ke atas dunia
Seri-berseri sepantun mulia
Berbagai warna, bersilang-silang

Lambat laun serta berdandan
Timbul matahari dengan pelahan
Menyinari bumi dengan keindahan

Segala bunga harumkan pandan
Kembang terbuka, bagus gubahan
Dibasahi embun, di titik dahan

2. Pola 4-4-4-2

Pola penulisan larik pada soneta yang kedua adalah pola 4-4-4-2. POla ini terdiri atas tiga bait awal yang masing-masing berisi empat larik, dan satu bait terakhir yang berisi dua bait. Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat pada contoh di bawah ini!

Sonet: Entah Sampai Kapan**
Karya: Sapardi DJoko Damono

entah sejak kapan kita gugup
di antara frasa-frasa pongah
di kain rentang berlubang-lubang
sepanjang jala raya itu; kita berhimpitan

di antara kata-kata kasar yang desak-mendesak
di kain rentang ditiup angin,
yang diikat di antara batang pohon
dan tiang listrik itu; kita tergencet di sela-sela.

huruf-huruf kaku yang tindih-menindih
di kain rentang yang berjuntai di perempatan jalan
yang tanpa lampu lalu lintas itu. Telah sejak lama
rupanya kita suka membayangkan diri kita

menjelma kain rentang koyak-moyak itu, sebisanya
bertahan terhadap hujan, angin, panas, dan dingin.

3. Pola Satu Bait Empat Belas Larik

Pola penulisan larik yang terdapat pada penulisan soneta adalah pola satu bait empat belas larik. Artinya, dalam pola ini, keempat belas larik puisi soneta dikumpulkan di dalam satu bait puisi. Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah contoh di bawah ini!

Sonet: X***
Karya: Sapardi Djoko Damono

siapa menggores di langit biru
siapa meretas di awan lalu
siapa mengkristal di kabut itu
siapa mengertap di bunga layu
siapa cerna di warna ungu
siapa bernafas di detak waktu
siapa berkelebat setiap kubuka pintu
siapa mencair di bawah pandangku
siapa terucap di celah kata-kataku
siapa mengaduh di bayang-bayang sepiku
siapa tiba menjemputku berburu
siapa tiba-tiba menyibak cadarku
siapa meledak dalam diriku
: siapa Aku

Demikianlah pembahasan mengenai beberapa pola penulisan larik puisi soneta dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin menambah referensi soal soneta dan puisi, maka pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut, yaitu: contoh puisi baru stanza dan soneta, contoh puisi lama syair, contoh puisi lama mantra, contoh puisi kontemporer mbeling, contoh puisi kontemporer multilingual, contoh puisi elegi, dan contoh puisi romance. Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan para pembaca sekalian. Terima kasih.

*Contoh disadur dari artikel contoh puisi soneta.

**idem

**idem

, , , , , , , ,
Post Date: Tuesday 15th, May 2018 / 02:48 Oleh :
Kategori : Puisi