Contoh Cerita Sudut Pandang Orang Ketiga Sebagai Pengamat

Sebelumnya, kita telah mengetahui seperti beberapa contoh cerita yang menggunakan jenis-jenis sudut pandang dalam cerita. Adapun artikel-artikel tersebut antara lain: contoh cerita sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama, serta contoh cerita sudut pandang orang pertama sebagai pelaku sampingan.

Artikel kali ini pun juga akan menampilkan contoh cerita dengan salah satu jenis sudut pandang lainnya. Adapun sudut pandang tersebut adalah sudut pandang orang ketiga sebagai pengamat. Sudut pandang ini sendiri merupakan sebuah sudut pandang yang mana si penulis menjaadi pengamat dari satu tokoh di dalam ceritanya. Tokoh tersebut tak lain adalah tokoh utama dari cerita tersebut.

Adapun contoh cerita bersudut pandang tersebut bisa disimak sebagaimana berikut ini!

Amelia

Amelia masih saja berpikir. Dia masih menghitung-hitung hari di kalender. Dia masih belum bisa menentukan hari apa dia akan pergi dari sana. Pergi dari rumah yang telah membuatnya terluka. Rumah yang kini hanyalah sebuah kata benda, dan bukan lagi kata sifat. Rumah yang hanya berupa bangunan, yang tak ada kehangatan di dalamnya.

Sudah bertahun-tahun Amelia menjadi korban kekerasan orangtuanya. Tanpa tendeng aling-aling, Amelia selalu dipukul dan dibentak ayah-ibunya tanpa mempunyai slaah sedikit pun. Anehnya, setiap mereka menyiksa Amelia, keduanya selalu saja berkata, “maafkan kami, nak. Maafkan kami yang tak bisa mengendalikan emosi kami.”

Amelia bingung. Apakah dia harus mendendam kepada keduanya. Atau, memaafkan mereka dengan selapang-lapangnya dada. Yang Amelia tahu saat ini adalah dia harus pergi dari rumah yang terkutuk ini. Dan untuk pergi dari sini, dia harus menemukan waktu dan tempat yang tepat.

Akhirnya rencana itu pun tiba. Amelia pun akhirnya memutuskan untuk pergi di sore hari, saaat kedua orangtuanya bekerja. Dia pun menjadikan Rumah Alya sebagai tempat pelariannya. Dengan tas yang berisi pakaian dan makanan, dan pipinya yang bonyok akibat dipukuli ayahnay tadi pagi, dia pun bergegas ke rumah sahabatnya itu.

Di sana, dia mencurahkan segala sakit hatinya pada sahabatnya itu. Tak terhitung lagi air mata yang menetas dari matanya. Dia tahu bahwa sahabtnya tak akan bisa menyembuhkan lukanya. LAgian, dia juga tak memaksa. Dia hanya ingin berbagi kegelisahannya. Dia hanya ingin mencari tempat pelarian dari kebiadaban ayah-ibunya.

Sehabis bercerita kepada sahabatya, dia pun kelelahan dan tidurr di ranjang milik sahabatnya itu. Dalam tidurnya, dia tengah bermimpi. Dalam mimpinya, dia berada di dalam suatu telaga. Telag yang bersih airnya dan sejuk udaranya. Di telaga itu, muncul sosok wanita yang tak dikenal olehnya.

“Jangan bersedih, suatu hari bahagia ‘kan menghampirimu,” ujar perempuan misterius itu. Kemudian, Amelia pun terbangun dari tidurnya itu.

Demikianlah contoh cerita sudut pandang orang ketiga sebagai pengamat. Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai cerita khusunya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Mohon dimaafkan pula jika terdapat kekeliruan yang ada di dalam artikel kali ini. Sekian dan terima kasih.

Jika pembaca ingin menambah referensi soal cerita, maka pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut ini, yaitu: contoh cerita rakyat asli Banyumas, contoh cerita pengalaman pribadi, contoh cerita alur maju, tahapan dalam alur cerita, unsur intrinsik dan ekstrinsik, serta artikel contoh cerita rakyat dari Jawa Barat.

, , , , , , , ,
Post Date: Monday 11th, June 2018 / 09:36 Oleh :
Kategori : Cerita