Contoh Dongeng Fabel Singkat

Mendengar kata fabel, sebagian orang pasti teringat akan masa kecil yang penuh dengan cerita-cerita bergambar yang mengisahkan kehidupan hewan berprilaku manusia. Fabel lebih akrab di telinga masyarakat sebagai dongeng tentang hewan. Pengertian fabel sebenarnya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti). Jadi secara singkat fabel diartikan sebagai kehidupan hewan yang prilakunya menyerupai manusia.

Kata fabel secara etimologi berasal dari bahasa Latin yaitu “fibula” yang berarti “cerita”. Fabel adalah bagian dari sastra yang berupa cerita ringkas dan singkat yang bertujuan menyampaikan pesan moral. Kisah dalam sebuah fabel tidak mungkin kisah nyata karena semuanya hanya fiktif yang dikarang oleh penulis untuk edukasi moral dan sejenisnya. Hal tersebut menyebabkan segala kisah yang diceritakan hanya bersifat fantasi karena pada dasarnya fabel dikarang dengan maksud menyindir prilaku atau watak manusia.

Mengarang sebuah fabel juga harus memperhatikan beberapa aspek diantaranya struktur penulisan; unsur penulisan; serta amanat yang ingin disampaikan melalui ceritanya. Berikut ini akan dipaparkan mengenai aspek-aspek yang ada dalam penulisan fabel, ciri-ciri umum sebuah fabel, beserta jenis-jenis fabel yang ada.

Struktur Fabel

Struktur penulisan fabel dimulai dari tahap orientasi yang kemudian berlanjut pada komplikasi, resolusi, dan koda. Penjelasan tahapan tersebut adalah sebagai berikut,

  1. Orientasi
    Pada tahapan ini dilakukan pengenalan tokoh-tokoh yang akan muncul dalam cerita. Mulai dari tokoh yang berperan baik (protagonis), jahat (antagonis), dan pelerai. Selain pengenalan tokoh, tahap ini juga memperkenalkan setting tempat dan waktu yang ada dalam cerita.
  2. Komplikasi
    Tahap komplikasi juga dikenal dengan tahap puncak atau konflik. Pada tahap konflik dalam cerita akan muncul permasalahan yang dihadapi oleh tokoh dalam cerita. Konflik tersebut berhubungan dengan watak dari masing-masing tokoh.
  3. Resolusi
    Tahap resolusi disebut sebagai tahap penyelesaian konflik yang dialami tokoh dalam cerita. Resolusi akan memunculkan adanya kesadaran masing-masing tokoh dan biasanya dibubuhi dengan permintaan maaf dari tokoh yang memunculkan masalah.
  4. Koda
    Disebut koda yang dapat diartikan sebagai tahap amanat. Pada tahapan inilah tokoh mengalami perubahan sikap dan pesan moral dapat diambil oleh penikmat cerita.

Keempat struktur tersebut wajib ada dalam penulisan sebuah fabel untuk memungkinkan fabel dinilai utuh dan layak dibaca selain dilihat dari segi bahasa dan jalan ceritanya.

Ciri Ciri Fabel

Secara umum ciri-ciri sebuah fabel dapat dilihat dari beberapa hal seperti berikut:

  • Menggunakan tokoh hewan dalam penceritaan
  • Tema dalam cerita fabel mengusung tentang hubungan sosial
  • Hewan yang didaulat sebagai tokoh dapat berbicara dan berprilaku layaknya manusia
  • Menunjukkan penggambaran moral, karakter manusia (pemarah, penipu, penyabar), serta kritik yang biasanya berasal dari kehidupan sosial yang sedang terjadi
  • Penceritaannya pendek
  • Menggunakan diksi dan kosakata yang mudah dipahami, bahasa dalam fabel bersifat naratif (berurutan)
  • Sudut pandang menggunakan orang ketiga
  • Jalan cerita memakai alur maju
  • Seringkali menggunakan setting alam terbuka (hutan, sungai, pepohonan, gunung)
  • Didalamnya mengandung amanat atau pesan moral berharga untuk pembacanya.

Unsur Unsur Fabel

Identifikasi sebuah fabel dapat dilakukan dengan mengamati beberapa unsur berikut:

  • Tema, yang menggambarkan ide atau gagasan pokok sebuah cerita
  • Tokoh, dalam fabel tokoh yang dimaksud adalah pelaku (hewan) yang terlibat dalam cerita
  • Latar, pada unsur ini meliputi tempat, waktu, sosial, dan emosional
  • Watak dari tokoh meliputi sifat yang mirip manusia
  • Konflik, permasalahan yang ada dalam cerita
  • Penceritaan, meliputi sudut pandang yang digunakan dalam cerita (sering menggunakan orang ketiga)
  • Amanat, berisi pesan moral yang terkandung dalam cerita
  • Alur atau jalan cerita yang banyak diantaranya menggunakan alur maju
  • Tujuan fabel, mulai dari menghibur, mendidik, atau sekadar menginspirasi
  • Pesan, memuat pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca

Jenis Jenis Fabel

1. Berdasarkan pemakaian latar dan pemberian watak, fabel dibedakan menjadi:

  • Fabel Alami
    adalah fabel yang menyamakan sifat tokoh (binatang) sesuai karakter asli. Sebagai contoh kupu-kupu yang memiliki warna-warna indah dan memiliki penggambaran karakter yang lembut dan menawan, tokoh yang digambarkan oleh srigala yang sesuai watak aslinya yaitu rakus dan buas, serta kancil yang dikenal dengan karakter cerdik yang melegenda.
  • Fabel Adaptasi
    adalah fabel yang menggambarkan sifat tokoh-tokohnya (binatang) berbanding terbalik atau berbeda dengan sifat aslinya. Sebagai contoh siput yang dikenal lambat menjadi juara mengendarai mobil di jalan raya, atau harimau yang liar diceritakan memiliki sebuah panti asuhan dengan menjadi pengasuh kesayangan penghuninya.

2. Berdasarkan inti dan kandungan cerita, fabel terbagi menjadi:

  • Fabel Romantika, yaitu fabel yang menceritakan kisah romantis, dan percintaan
  • Fabel Tragedi, adalah fabel yang mengisahkan cerita sedih dan mengundang simpati dari pembacanya.
  • Fabel Jenaka, adalah fabel yang mengandung cerita lucu dan menghibur pembaca, bahkan diharapkan dapat membuat pembaca tertawa.
  • Fabel Heroik, adalah fabel yang mengisahkan kepahlawanan atau perjuangan

3. Berdasarkan Asal atau ruang lingkup fabel, dibagi menjadi tiga jenis diantaranya:

  • Fabel Lokal, disebut juga fabel daerah yaitu fabel yang berasal dari suatu daerah serta tersebar di wilayah daerah tersebut
  • Fabel Nusantara, adalah fabel yang berasal dari suatu daerah dan menyebar hingga seluruh nusantara.
  • Fabel Internasional, yaitu fabel yang asalnya dari sebuah negara dan tersebar ke penjuru dunia.

4. Berdasarkan kemunculan amanat atau pesan, fabel terbagi menjadi:

  • Fabel Koda, adalah fabel yang sudah memuncukan pesan atau amanatnya secara jelas di akhir cerita.
  • Fabel Non Koda, adalah fabel yang pesan atau amanatnya tidak disampaikan dengan jelas atau tersirat saja.

Contoh Fabel

1. Semut dan Belalang


Di musim panas yang hangat dan cerah sedikit menggoda Belalang untuk memainkan biola kesayangan sambil bernyanyi dan menari. Hampir setiap harinya itulah yang dilakukan belalang. Ia tidak terpikir untuk melakukan aktifitas lainnya seperti bekerja atau bersiap untuk mengumpulkan bekal musim dingin.

Sedikit pun tidak pernah terlintas dalam benak belalang bahwa musim panas yang sedang dinikmatinya sekarang sudah akan berakhir. Musim panas yang membuatnya ceria sudah akan berganti ke musim dingin, dimana hujan akan turun dengan lebat disertai suhu udara yang sangat rendah.

Disaat belalang sedang asiknya bermain biola, dia melihat semut yang sedang giat melewati rumahnya. Belalang yang masih riang tersebut ingin mengajak semut bermain bersama dan semut pun diundangnya untuk bersenang-senang ke kediaman belalang.

Tak disangka belalang ternyata semut menolak undangan belalang dengan santun, semut berkata pada belalang,
“Maaf Belalang, aku masih ingin bekerja untuk bekal di musim dingin. Aku harus mengumpulkan cadangan makanan yang banyak serta memperbaiki tempat tinggal agar lebih hangat.”

“Berhentilah memikirkan hal yang tidak penting semut, mari kita bernyanyi dan bersenang-senang, ayolah nikmati hidup kita”, Sanggah belalang. Belalang pun masih dengan kebiasaannya untuk bersenang-senang tanpa memikirkan apapun.
Tidak disangka musim panas berakhir jauh lebih cepat dari pada biasanya. Belalang yang terbiasa gembira lantas panik bukan main. Ia tidak memiliki persediaan makanan yang cukup ditambah rumahnya yang rusak dan tidak layak huni karena diterjang badai.

Dengan harapan tinggi dan lunglai belalang menuju rumah semut dan meminta bantuan untuk diperbolehkan tinggal bersama dan meminta makan. Mendengar permohonan tersebut semut menjawab, “Maafkan aku belalang aku tidak bisa membantumu, rumahku terlalu sempit untukmu, dan bekalku hanya cukup untuk keluargaku saja”.
Belalang akhirnya pun meninggalkan rumah semut dengan rasa menyesal dan sedih. Dalam hati ia bergumam, “Andai saja aku mengikuti nasihat semut saat itu untuk bekerja keras, pasti saat ini aku bisa kenyang dan tidur nyenyak di dalam rumah”.

Tamat.
Amanat : Gunakan waktumu sebaik baiknya untuk hal yang bermanfaat, karena apa yang terjadi esok hari kita tidak pernah tahu.

2. Rubah dan Kambing (Karya Tony Ireland)

Di suatu malam yang gelap, adalah waktu yang biasa bagi Rubah untuk berjalan-jalan di sekitar hutan belantara. Malangnya, tepat malam itu rubah terjatuh ke dalam sumur yang cukup dalam. Berbagai cara dilakukan rubah untuk dapat mengeluarkan dirinya dari sumur itu seperti melompat, memanjat, bahkan meminta tolong dengan berteriak.
Sayangnya, usaha tersebut tidak ada yang berhasil. Dengan tidak adanya jalan keluar bagi si rubah, pada akhirnya ia harus menerima bermalam di dalam sumur dan menunggu pertolongan esok hari.

Esok paginya, seekor kambing melewati sumur yang dihuni rubah semalaman. Kambing yang polos tertarik untuk melihat kedalam sumur dan alangkah terkejutnya kambing melihat rubah ada di dalam sumur yang dalam itu. Kambing pun bertanya kepada rubah,

“Maaf rubah, apa yang kau lakukan di dalam sumur?”
“Aku turun ke sumur ini karena sedang haus, ternyata air yang ada dalam sumur ini adalah air terbaik yang pernah ada, kalau kau ingin mencoba merasakannya turunlah kesini”, jawab rubah dengan niat liciknya.

Dengan polosnya dan tanpa pikir panjang, kambing turun ke dalam sumur dan meminum air sebanyak-banyaknya. Namun setelah kenyang, justru kambing panik karena tidak bisa keluar dari dalam sumur tersebut. Akal licik rubah kembali muncul dan berkata, “ Kambing, aku punya ide. Cobalah berdiri dengan kaki belakangmu dan antar aku keluar setelah itu aku akan membantumu dari atas”.

Kambing pun tidak berpikir lagi dan segera menuruti ide rubah yang sebenarnya justru mencelakainya. Dia membantu rubah keluar dengan kakinya, sementara rubah malah berkata,

“Andaikan saja kau cerdas, kau tidak akan masuk ke tempat tanpa berpikir cara keluar dari tempat itu”. Rubah pun melenggang dengan meninggalkan kambing yang terjebak dalam sumur.

Tamat.
Amanat : sebelum memutuskan sesuatu harus disertai dengan pemikiran yang matang akan semua risiko, untuk menghindari penyesalan di kemudian hari.

3. Kelinci dan Kura Kura (Karya Aesop)

Pada suatu hari di sebuah hutan, ada seekor Kura kura yang berniat untuk menantang seekor kelinci yang dikenal sombong dalam pertandingan adu cepat berlari. Kura-kura berani menantang kelinci karena sebelumnya telah dihina oleh kelinci. Kura-kura dianggap sebagai binatang yang lamban dan bodoh.

Saat mendengar tantangan dari kura-kura, kelinci pun tanpa pikir panjang menerima tantangan tersebut dengan penuh percaya diri. “Bodohnya kura-kura ini menantangku berlari, padahal sudah jelas pemenangnya adalah aku”, ucap kelinci dalam hatinya. Kelinci pun meninggalkan kura-kura dengan senyum sinisnya.

Keesokan harinya telah disiapkan jalur panjang yang akan dilewati keduanya untuk adu lari. Hewan-hewan yang lain sudah penasaran untuk menonton perlombaan itu. Dukungan hewan yang lain ditujukan kepada kura-kura yang memang baik hati sekaligus mereka juga kesal dengan prilaku sombong kelinci.

Bertugas sebagai wasit, seekor kera yang didaulat pun memberikan aba-aba sebagai tanda dimulainya perlombaan. Dalam waktu yang singkat kelinci jauh memimpin, namun kura-kura tak menyerah begitu saja. Kura-kura semakin cepat berlari.
Beberapa saat pun berlalu. Setelah berlari dengan kencangnya, kelinci merasa lelah di tengah perjalanan. Dia bergumam, “Kura-kura masih jauh di belakangku, rasanya aku bisa istirahat sebentar untuk memulihkan tenaga”. Kelinci bersandar di bawah pohon dan tertidur disana.

Beberapa waktu kemudian ia terbangun dan terkejut, kelinci berharap kura-kura masih dibelakangnya. Dengan cepat kelinci berlari menuju garis finish. Kelinci masih yakin akan kemenangannya menghadapi kura-kura. Namun kenyataan berkata lain, kura-kura sudah sampai terlebih dulu di garis finish. Ternyata kelinci tertidur cukup lama di bawah pohon, sehingga kemenangan pun didapatkan kura-kura. Semuanya bersorak gembira, kelinci akhirnya pergi dengan malu.

Tamat.
Amanat : kesombongan hanya akan menimbulkan keburukan


4. Beruang dan Lebah

Suatu hari seekor beruang berjalan di sepanjang hutan untuk mencari makanan. Beruang berniat mencari buah-buahan untuk bekal makanan selama beberapa hari. Tanpa sengaja beruang menemukan sebuah pohon yang tumbang. Pohon tersebut ternyata dihuni oleh lebah yang tengah membuat sarang. Beruang pun penasaran dengan sarang lebah tersebut.

Beruang mulai mengendus-endus sarang dengan hidungnya. Dengan berhati-hati beruang melihat ke dalam sarang. Beruang berharap lebah tidak sedang berada di dalam sarang sehingga ia bisa mengambil madu yang ada di dalamnya.
Malang bagi beruang ternyata pada saat ia menengok ke dalam sarang, kawanan lebah sedang menuju ke sarangnya usai mencari sari makanan dari bunga-bunga. Tidak dapat dihindari kawanan lebah yang berjumlah ribuan tersebut menyerang beruang.

Dengan keras beruang mencoba melawannya dan berlari untuk menuju rumahnya. Tetapi kawanan lebah semakin ganas dan justru memanggil lebah dari beberapa sarang yang ada di hutan untk membantu mengejar beruang. Pada akhirnya, beruang tidak bisa menghindar dan merelakan tubuhnya digigit habis oleh kawanan lebah.

Tamat.
Amanat: tidak boleh tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu dan memikirkan perasaan orang lain yang mungkin terganggu dengan apa yang akan kita lakukan.

Dari beberapa contoh dongeng fabel singkat diatas, setidaknya dapat digambarkan bahwa fabel merupakan kisah atau cerita tentang hewan yang menggambarkan watak manusia dengan berniat menyindir serta sebagai edukasi moral.

Demikian artikel yang membahas mengenai contoh dongeng fabel singkat, semoga bermanfaat !

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , , ,
Post Date: Saturday 04th, February 2017 / 07:12 Oleh :
Kategori : Cerita