Paragraf Induktif Dalam Bahasa Indonesia – Pengertian dan Contohnya

Paragraf Induktif dalam Bahasa Indonesia – Pengertian dan Contohnya – Pada kesempatan sebelumnya kami telah membahas mengenai paragraf deduktif. Untuk melengkapi bahasan tentang paragraf ini, maka kita akan membahas juga mengenai paragraf induktif. Apa itu paragraf induktif? Seperti apa contoh paragraf induktif? Nah, untuk lebih memahami paragraf induktif, simaklah uraian berikut. Selamat belajar.

Pengertian Paragraf Induktif

Paragraf induktif adalah paragraf yang memuat kalimat utama pada akhir paragraf. Paragraf ini diawali dengan kalimat penjelas dan diakhiri atau digeneralisasi ke dalam satu kalimat utama di akhir paragraf. Kalimat penjelas dapat berupa fakta, contoh, rincian atau bukti dari kalimat utama.

Ciri Ciri Paragraf Induktif

Beberapa ciri ciri yang dapat digunakan untuk membedakan paragraf induktif dengan jenis paragraf lainnya adalah:

  • Diawali dengan penjelasan penjelasan khusus
  • Pola kalimat disusun dari khusus ke umum (khusus-khusus-khusus-umum)
  • Kalimat utama merupakan kesimpulan
  • Kalimat utama terletak di akhir paragraf

Jenis Jenis Paragraf Induktif

Paragraf induktif terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan pola pengembangannya yaitu pola generalisasi, pola analogi, dan pola sebab-akibat. Berikut adalah uraiannya:

1. Generalisasi

Pola pengembangan generalisasi bermula dari beberapa penjelasan khusus menuju ke sebuah kesimpulan yang bersifat umum. Kalimat terakhir merupakan gagasan pokok dari paragraf tersebut. Penalaran generalisasi ini sering digunakan untuk mengembangkan sebuah paragraf.

2. Analogi

Pola pengembangan analogi didasarkan pada perbandingan dua hal yang mempunyai kemiripan sifat. Berdasarkan kesamaan ini akan muncul kesamaan kesamaan lain yang nantinya dapat diambil suatu kesimpulan.

3. Sebab-akibat/ Kausalitas

Pola pengembangan sebab-akibat atau kausalitas dimulai dengan adanya hubungan sebab-akibat pada fakta paragraf tersebut. Dalam pola pengembangan sebab-akibat, terdapat tiga macam pola yaitu pola sebab-akibat, akibat-sebab, dan sebab-akibat1-akibat2.

Contoh Paragraf Induktif Generalisasi

Setelah data penelitian ujian matematika selesai dianalisis, ternyata kelas A  mempunyai paling banyak nilai ketuntasan [1]. Kelas A mendapat persentase ketuntasan sebesar 85% [2]. Kelas B, C dan D masih mendominasi dalam nilai ketuntasan yang paling sedikit [3]. Kelas B mendapat persentase ketuntasan sebesar 50% [4]. Sedangkan kelas C dan D masing-masing  mendapat persentase ketuntasan sebesar 45% dan 30% [5]. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kompetensi matematika dari keempat kelas tersebut masih rendah [6].

Kalimat utama : kompetensi matematika dari keempat kelas tersebut masih rendah

Kalimat penjelas : kalimat 1 – kalimat 5


Contoh Paragraf Induktif Analog

Pada roda yang berputar, ada kalanya suatu posisi terletak di bawah. Begitu juga kehidupan manusia. Ada kalanya manusia berada pada kondisi yang terpuruk. Merasa susah dengan ujian-ujian yang ada. Akan tetapi jika roda itu diusahakan untuk terus diputar, maka suatu posisi yang letaknya di bawah secara perlahan akan naik. Ketika manusia ditimpa permasalahan dan terus berusaha mencari jalan keluar maka sedikit demi sedikit akan muncul solusinya. Setiap permasalahan yang dihadapi akan selesai seiring berjalannya waktu dan usaha. Ketika roda diputar lagi dengan usaha yang lebih maka posisi yang tadi di bawah akan berada di puncak. Dengan usaha keras dan pantang menyerah maka kondisi manusia pasti akan ada masa-masa bahagia. Manusia akan merasa itulah masa emasnya, segala kebutuhan terpenuhi dan dijauhkan dari segala masalah. Tapi ingatlah bahwa roda itu akan kembali berputar dan akan melalui posisi bawah lagi. Manusia juga sebaiknya selalu ingat bahwa kejayaan tidak ada yang abadi. Kehidupan manusia di dunia ini seperti roda yang terus berputar. 

Kalimat utama : Kehidupan manusia di dunia ini seperti roda yang terus berputar

Pola pengembangan : analog (membandingkan cara kerja roda dan kehidupan manusia)

Contoh Paragraf Induktif Kausalitas

1. Pola Sebab-Akibat

Selama menimba ilmu di fakultas kedokteran, Rani tidak pernah sekalipun absen kuliah. Rani selalu memperhatikan setiap nilai kuliahnya. Aktif saat perkuliahan dan rajin mengerjakan tugas sudah menjadi rutinitasnya. Jika ada materi perkuliahan yang tidak jelas, maka ia segera berkonsultasi dengan dosen. Tapi terkadang ia mencari sumber penyelesaian di perpustakaan atau bertanya kepada kakak tingkatnya. Rani menjadi mahasiswi yang dikagumi baik oleh teman-temannya maupun dosennya. Bahkan Rani menjadi tempat andalan teman-temannya untuk belajar bersama. Akibatnya, Rani kini dapat lulus sekolah kedokteran tepat waktu dengan predikat cumlaude.

Kalimat utama : Rani lulus sekolah kedokteran tepat waktu dengan predikat cumlaude


2. Pola Akibat-Sebab

Bu Tini selalu dijauhi oleh ibu-ibu yang lain. Ketika ada pertemuan warga, ia tidak lagi diajak bersama. Jabatan di kelompok arisan juga tidak pernah ia dapatkan. Ibu-ibu lain sudah tidak pernah lagi terlihat mengobrol di rumah bu Tini. Bu Tini lebih sering terlihat sendiri. Ia keluar rumah hanya sebentar, melakukan aktivitas seperlunya. Ibu-ibu yang sering terlihat memandang sinis kepada bu Tini. Tidak jarang juga ibu-ibu yang lain menggosip tentang bu Tini. Usut punya usut, ternyata ini karena sifat bu Tini yang dulu suka memfitnah orang lain.

Kalimat utama : sifat bu Tini suka memfitnah orang lain

3. Pola Sebab-Akibat 1-Akibat 2

Beberapa tahun yang lalu hutan jati dibabat habis. Batang pohon jati diangkut dan meninggalkan lahan kosong. Tidak ada pembaruan bibit di lahan tersebut. Batang jati dijual secara ilegal. Pundi-pundi uang masuk ke kantong para pedagang gelap. Kekayaan yang mereka peroleh menyisakan kerusakan lingkungan. Tidak ada jati berarti tidak ada lagi peresapan. Tanah tak lagi kuat. Ketika musim penghujan tiba maka air mengalir membawa serta tanah dalam volume yang besar. Longsor dan banjir bandang tak lagi bisa dielakkan. Sekarang, longsor dan banjir bandang menyengsarakan rakyat yang tidak bersalah.

Kalimat utama : longsor dan banjir bandang menyengsarakan rakyat yang tidak bersalah

Sekian pembahasan paragraf induktif dalam bahasa Indonesia – pengertian dan contohnya. Semoga uraian tentang paragraf induktif ini mudah dipahami dan bermanfaat bagi para pembaca. Nantikan pembahasan materi lain, terima kasih.

, , , ,
Post Date: Wednesday 18th, January 2017 / 10:46 Oleh :
Kategori : Paragraf